
LOMBOK TIMUR, Corong Rakyat – Pemerintah Desa Aikmel Barat Kecamatan Aikmel mengikhtiarkan warga untuk bisa mandiri secara ekonomi. Kedaulatan ekonomi ini akan tercapai apalabila pilihan lapangan pekerjaan dan dukungan dari pemerintah daerah bersinergi dengan warga. Menyadari potensi desa yang dimiliki, Kepala Desa (Kades) Aikmel Barat, Wahidin Marzuki, SP pada Corong Rakyat di ruang kerjanya,Rabu (7/9) mengaku optimis jika warga yang dipimpinnya akan mampu memaksimalkan potensi alam Aikmel Barat.
Kondisi alam yang subur dari utara ke selatan, Aikmel Barat didominasi lahan pertanian subur. Melimpahnya air di wilyah Aikmel Barat memberikan peluang berkemabangnya perikanan sebagai sumber pendapatan warga. Begitu juga sektor peternakan, tersedianya pakan akan memmudahkan pemeliharaan hewan ternak warga.
Desa dengan penduduk 4.700 jiwa ini dianugrahi kekayaan alam yang melimpah. Musim tanam sepanjang tahun membuat sektor pertanian menjadi salah satu penopang ekonomi warga.
Pemerintah desa dalam hal ini segera memberikan dukungan dengan pembukaan jalan usaha tani. Program Kades, Wahidin ini menggenjot harga jual hasil pertanian warga, begitu juga dengan harga tanah di desa yang mekar tahun 2011 ini melonjak tajam.
Setiap tahun pemreintah desa terus melakukan perpanjangan jalan usaha tani, program ini menyasar areal pertanian warga yang sebelumnya sulit tersentuh transportasi. Swadaya warga yang tinggi turut memudahkan pemerintah desa menghemat anggaran dalam program pembukaan jalan usaha tani ini.
Tidak sampai disitu, trobosan yang diambil oleh Kades muda ini, jalan penghubung atar dusun di dalam desa juga disetuh, akases menuju desa tetangga juga dibuka. Dampaknya mobilasis warga berhungan desa lain memberikan dampak ekonomi tinggi.
“Warga kami sebelumnya selalu kesuliatan memasarkan hasil pertanian akibat mahalnya biaya transportasi, kini biaya tambahan itu bisa hilang dan keuntungan petani meningkat,” terangnya.
Kebutuhan vital petani terselesaikan, sang Kades energik ini membuat program penyediaan air baku warga, menjemput program dilakukan hingga ke Kementrian namun gagal. Tidak mau patah arang, wahidin mengajukan bantuan ke Balai Sungai Wilyah (BWS) NTB. Hasilnya, jaringan air baku sepanjang 4 kilo meter tahun 2013 berhasil masuk desa pecahan Aikmel ini.
Untuk menyuplai air sampai kerumah warga, swadaya masyarakat jaringan pipa ini rampung. Tahun 2014 Wahidin mengusulkan dibentuknya Pamdes, pemebentukan Pamdes ini supya pemeliharaan dan pemerataan suplai air bersih ini bisa dinikamati oleh semua Kepala Kelaurag (KK) di empat kekadusan Aikmel Barat.
Adanya Alokasi Dana Desa (ADD) dari pemerintah pusat disambut baik oleh Pemdes Aikmel Barat, pembagian penggunaan anggaran inipun disuahakan oleh Pemdes Aikmel Barat bisa menyasar dua program.
Program fisik untuk memenuhi kelayakan fasilitas publik, sarana penunjang ekonomi warga. Sektor pemberdayaan untuk mendorong warga memliki keterampilan dan membuka lapangan kerja secara mandiri.
Wadah berupa Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) pun terbentuk dengan dana stimulan sebesar Rp 50 juta. Dana tersebut diperuntukan bagi warga yang tidak memiliki peerjaan tetap, keterampilan membuat jajanan tradisonal yang sudah dimiliki oleh warga dimodali oleh Bumdes ini dengan sistem bergilir.
Setiap kelompok yang sudah mendapatkan pinjaman modal diharuskan memberikan dana awal tersebut kekelompok lain, begitu seterusnya sehingga perputaran modal ini makin membesar.
“Kalau ada dijumpai ibu-ibu di beberapa lokasi wisata membawa dagangan jajanan pasar dengan bakul, mereka itualah warga kami,”ucap Wahidin bangga.
Pemberian modal ini juga ditujukan untuk mempersempit ruang rentenir berkedok koprasi yang dianggap banyak memeras warganya. Dirinya mengaku tidak mungkin melarang kegiatan rentenir ini masuk.
Namun dengan adanya dana bantuan modal ini membuat warga tidak bergantung lagi dengan pinjaman bunga berlipat ini.
Sebagai sumber pendapatan tambahan warga, rencananya dalam tahun anggaran mendatang, pemerintah desa akan menambah anggaran pemberdayaan ekonomi warga dengan bantuan permodalan.
Budidaya air tawar salah satu pilihan di Aikmel Barat, usaha budidaya ikan tawar ini sangat menjanjikan.
“Kami harapkan satu Kepala Keluarga (KK) memiliki satu kolam ikan air tawar,” teranngnya.
Dalam satu kali musim panen usaha budi daya ikan tawar ini akan mampu memberikan masukan tambahan masyarakat. Dikatakan lelaki asal Dasan Bagek ini pemerintah desa akan mengusulkan pengadaan bibit dan pakan. Pihak desa akan melakukan kerjasama dengan Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten maupun Provinsi.
Peluang usaha lainnya yang dimiliki oleh warga Aikmel Barat berupa pembiakan atau penggemukan ternak sapi maupun kambing. Ketersedian pakan alam seperti rumput dan dedaunan tumbuh di wilyah subur ini.
“Tinggal kita garap metode peternakan yang baik saja, karena selama ini warga melakukan usaha peternakan ini dengan tradisional,” terangnya.
Usaha pemberian makanan tambahan dan supelmen untuk sapi dikatakan akan mempercepat proses penggemukan, waktu yang diperlukan peternak untuk mendapat hasil lebih cepat dinikmati.
“Kandang kolektif ini sudah ada dibeberapa dusun, kami akan segera mengajukan bantuan dan menganggarkan buat peternak ini,” janjinya.
Sarana lain yang pemerintah desa ingin bagun adalah lembaga sosial seperti asuhan keluarga dan lembaga pendidikan. Saat ini desa turut serta memberikan bantuan kelembanga asuhan keluarga yang dikelola secara swuadaya oleh masyarakat setempat.
Dua lembaga asuhan keluarga yang dibina oleh desa adalah asuhan keluarga Zainab Ummul Masakin dan Asuhan keluarga Siti Zainab. Peran desa dalam pengembangan lembaga sosial ini sebagai bentuk perhatian dan suport bagi pengelola.
Dengan beberapa program unggulan yang sudah berjalan dan sebagian sudah bisa dinikamti warga ini, Wahidin merasa yakin dalam waktu dekat ini, kesejahtraan masyarakat Aikmel Barat akan meningkat. Dengan tingkat kesejahtraan yang mencukupi, angka kasus kriminalitas terutama kalangan anak mudah akan bisa di tekan.
“Kalau semua warga sibuk untuk bekerja, tidak ada waktu luang untuk berfikir melakukan tindakan yang merugikan mereka sendiri,” paparnya.
Kesan Aikmel Barat sebagi wilayah rawan kekerasan sosial kini perlahan hilang.Tingkat kemanan di desa inipun kini terjaga, masyarakat tidak perlu takut terak maupun peliharaan lainnya akan hilang.
Wahidin berharap, kondisi ini akan terus terjaga dan masyarakat ikut aktif membantu pemerintah desa menjalankan program-program berbasis keluarga untuk kedepannya.(cr-mil*)

