Swakelola Berikan Ruang Untuk Masyarakat Berpartisipasi Secara Aktif

IMG_0328Lombok Timur, corongrakyat.co.id – Dinas PU Kabupaten Lombok Timur melalui bidang bina marga ,(Sabtu,25/04/2015) mengadakan sosialisasi progam bantuan rehabilitasi pemeliharaan jalan dan jembatan melalui swakelola Kabupaten Lombok Timur di aula bidang pengairan, dalam acara tersebut hadir puluhan kepala desa yang akan menerima program tersebut.

Sekretaris Dinas PU kabupaten Lombok Timur Dra Hj Sumantiar dalam sambutannya pada acara sosialisasi tersebut mengatakan bahwa dalam kegiatan yang baru tahun ini dilaksanakan harus melibatkan masyarakat, nantinya masyarakat harus membuat OMS (Organisasi Masyarakat Setempat). Kegiatan swakelola ini menurut Hj sumantiar tetap dalam pendampingan dari pihak kabupaten.

Program swakelola yang baru pertama kali dilaksanakan oleh kabupaten Lombok Timur nantinya diharapkan bisa membuat jalan dan rehabilitasi jembatan ini ada penambahan volume pekerjaan, misalnya jumlah jalan yang harus diswakelola sepanjang 25 KM bisa menjadi 30 KM.

Kepala bidang Bina Marga HJ Kartini ST MT dalam keterangannya di aula bidang pengairan tersebut mengungkapkan bahwa Lombok Timur memiliki jalan sepanjang 1079, 49 KM, dengan kondisi pisik yang baik adalah 47,48 KM, sedangkan rusaK ringan sebesar 11 persen dan rusak berat 29 persen.

“ Untuk kali ini, panjang jalan yang harus di kerjakan sepanjang 25,342 KM dengan biaya sebesar Rp 11 Milyar lebih, nantinya ketika diswakelolakan diharapkan bisa mencapai target 30 KM lebih,” ujar Hj Kartini.

Kepala Desa suangi Timur Diok Saidi saat diwawancara corongrakyat.co.id mengungkapkan ras syukurnya ada program seperti ini, karena dengan adanya program swakelola bisa membuat desanya yang sangat buruk infrastrukturnya bisa menjadi lebih baik kedepannya, ia menuturkan bahwa didesanya saat ini kondisi jalan desa sangatlah buruk, belum ada yang diaspal.

“Sebagai masyarakat dan Kepala desa di Suangi Timur saya mengharapkan agar program ini secepatnya dilaksanakan, agar nantinya jalan didesa kami lebih baik, dengan jalan yang baik tentunya masyarakat saya bisa menjual hasil pertaniannya dengan nyaman tanpa kekhawatiran akan jatuh bersama bawaannya,” jelas Diok. (cr-mj)