PEMERINTAH LOMBOK TIMUR GELAR MUSRENBANG RPJMD TAHUN 2018-2023

SELONG, Bupati dan Wakil Bupati Lombok Timur (Lotim), H.Rumaksi SJ, SH menghadiri Puncak kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan ( Musrenbang ), Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah ( RPJMD ) tahun 2018-2023 Kabupaten Lotim.

Acara berlangsung hari Kamis ( 27/12 ) bertempat di Gedung Wanita Selong yang dihadiri Forkopimda, Kepala Bapeda Provinsi NTB yang di wakili oleh Kabid Evaluasi dan Pelaporan, Kepala OPD lingkup Pemda Lotim, BUMD, Camat dan Kepala Desa se Lombok Timur.

Bupati Lombok Timur, H.M.Sukiman Azmy dalam arahannya mengatakan, kehadiran Bappeda Provinsi NTB dalam Musrenbang RPJMD ini, untuk menyelaraskan program-program Pemerintah Provinsi dengan Pemerintah Lotim. Diyakini Sukiman, keberhasilan Pemprov, tidak lepas dari keberhasilan di tingkat Kabupaten. Begitu pula keberhasilan Kabupaten tidak terlepas dari Kecamatan, dan keberhasilan Kecamatan juga tergantung keberhasilan Kepala Desa, sebagai ujung tombak dari pelaksanaan pembangunan di daerah ini.


Disinggungnya soal penanganan bencana gempa bumi, progres pembangunan rumah hunian tetap (Huntap), belum terealisasi dengan baik. Masih adanya masyarakat yang tinggal di tenda maupun hunian sementara.
Sementara dibidang Kesehatan dan Pendidikan, juga tak lepas dari sorotan Bupati, harapnya Dinas terkait untuk secepatnya melakukan program-program, dalam rangka percepatan pelaksanan Visi dan misi Lombok Timur yang Adil, Sejahtera dan Aman (ASA).

Sementara itu, Wakil Bupati Lotim H. Rumaksi SJ, SH dalam sambutanya yang sekaligus membuka acara menyampaikan, Musrenbang RPJMD, diselenggarakan berdasarkan ketentuan yang diatur dalam Undang-undang No.25 Tahun 2004, tentang sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN), dan peraturan pemerintah Nomor 8 tahun 2019, tentang tahapan, tata cara penyusunan, pengendalian dan evaluasi pelaksanaan perencanaan pembangunan daerah serta petunjuk pelaksanaanya.

Dikatakan Rumaksi RPJMD saat ini sampai pada tahap Musrenbang, sebagai tahap akhir untuk penyempurnaan draf rencana awal, menjadi rencana akhir yang kemudian akan disampaikan Rencana peraturan Daerah jelasnya. Dalam penyusunan RPJMD ini, tentunya kondisi Lotim terkini, harus menjadi acuan dalam menentukan rencana kerja Lima tahun mendatang.

Guna mewujudkan visi ASA tersebut, kepemimpinannya mengusung 6 misi, sebagai jawaban atas kondisi dan keadaan terkini masyarakat Lotim yaitu :
1. Membanguan dan meningkatkan infrastruktur wilayah secara berimbang pada bidang transportasi, energi, irigasi, air bersih serta perumahan.
2. meningkatkan mutu pendidikan dan pelayanan kesehatan yang berdaya saing dengan biaya terjangkau.
3. Menumbuhkembangkan prekonomian masyarakat yang bertumpu pada pengembangan potensi lokal melalui sinergi fungsi-fungsi pertanian, peternakan, perdagangan, perikanan, kelautan, pariwisata dan sumberdaya lainnya.
4. Memperkuat pemberdayaan perempuan dalam pembangunan sosial, politik pencegahan kekerasan dalam rumah tangga dan perlindungan anak serta meningkatkan pembinaan kepemudaan dan olah raga.
5. Menciptakan keamanan dan ketertiban yang harmonis dalam masyarakat dengan meningkatkan pembangunan kehidupan keagamaan yang baik dan religious.
6. Meningkatkan reformasi birokrasi melalui pemekaran wilayah Pemerintah Desa, Kecamatan dan Kabupaten untuk menuju aparatur yang bersih berorientasi kepada pelayanan publik.

Menyinggung kondisi Infrastruktur daerah saat ini, masih perlu upaya dan kerja keras untuk menjadi lebih baik. Infrastruktur jalan dan jembatan, irigasi, air minum, sanitasi layak dan perumahan merupakan proritas utama. Pada tahun anggaran 2019 yang akan datang, selama tiga tahun kedepan sampai dengan tahun 2021, pemerintah daerah bersama DPRD telah sepakat yang dituangkan dalam nota kesepakatan penyediaan Infrastruktur jalan dan jembatan, irigasi serta air minum melalui penganggaran tahun jamak.

Pada penganggaran tahun jamak tersebut, akan dialokasilan 300 Miliiar untuk meningkatkan kualitas jalan kabupaten dan jalan poros desa sebesar 235 Miliar, penyediaan air minum bagi masyarakat khusus wilayah selatan Lotim, yang selalu krisis air bersih dan air minum layak setiap musim kemarau dengan alokasi 45 Miliar, serta jaringan irigasi sebesar 50 Miliiar.

Ditambahkan Rumaksi, untuk mensejahterakan masyarakat, peran perekonomian daerah sangat penting, Saat ini Lotim masih ketergantungan pada dana transfer pemerintah yang sangat besar, berada pada kisaran 92 persen. Pendapatan Asli Daerah (PAD) harus menjadi salah satu tolok ukur kemajuan perekonomian daerah. Sebagaimana misi ke tiga, pengembangan ekonomi daerah, akan diupayakan melalui pembinaan ekonomi kerakyatan, dan ekomomi kreatif yang berbasis potensi lokal dengan memanfaatkan komoditas yang dihasilkan bumi Patuh Karya ini.

Sebelumnya, Kepala Bappeda Lotim, Achmad Dewanto Hadi ST, MT dalam laporannya mengatakan, Musrenbang RPJMD merupakan kegiatan lima tahunan, sebagaimana amanat UU No.25 tahun 2004 tentang sistem perencanaan Pembangunan Nasional dan Permendagri Nomor 8 Tahun 2017 sebagai dasar RPJMD. Musrenbang ini merupakan tahap akhir penyempurnaan rancangan awal RPJMD yang telah disusun setelah pelantikan pimpinan daerah Bupati dan Wakil Bupati Lombok Timur tanggal 25 September yang lalu, sebelum pada saatnya nanti diajukan menjadi Perda RPJMD.
Dijelaskan Dewanto Hadi, Musrenbang RPJMD ini telah didahului oleh kegiatan forum OPD pada tanghal 20 Desember yang lalu, sebagai mekanisme penyampaian usulan penyempurnaan rancangan awal RPJMD, yang diikuti seluruh OPD dalam mekanisme yaitu bidang Ekonomi, bidang sosial, budaya dan bidang fisik prasarana.
Sesuai dengan permendagri 85 tahun 2017, bahwa ketentuan batas akhir Perda RPJMD masa bhakti pimpinan daerah terpilih 2018-2023 adalah pada tanggal 26 Maret 2019 akan datang.

Kepala Bappeda Provinsi NTB, yang diwakili Kepala Bidang Evaluasi dan Pelaporan dalam pemaparannya juga menyampaikan, RPJMD adalah awal peletakan dasar pembangunan dan sasaran program yang di tuju. Kedepannya, akan di laksanakan audit dari KPK mulai dari perencanaan sampai tahap tahapan RPJPMD
Dikatakanya, Filosofi bahwa kalau benar pelaksanan perencanaan RPJPMD insya Allah program itu akan sukses, sehingga Lotim akan maju dan berkembang. Esensi Musrenbang ini, harus kita tangkap bersama sehingga RPJPMD itu akan mengenai pada sasaran atau target yang di tuju dan tercapai.

Harapannya, Intervensi pembangunan itu akan di rasakan pada 5 tahun mendatang. Dampak dari kerusakan alam yang menimbulkan terjadinya bahaya banjir dan longsor, oleh karena itu mari sama-sama kita menjaga kelestarian alam maupun lingkungan, ungkapnya.
Visi Gubernur dan wakil gubernur yaitu menciptakan NTB yang gemilang. Pendidikan dan kesehatan merupakan kunci dalam mencapai SDM, oleh karena itu dalam pembangunan ini membutuhkan jangka panjang tegasnya. ( Humas dan Protokol )