Ali-Sakti Pimpin NTB, Dam Mujur Pasti Terwujud

Mayoritas alim ulama se-pulau Lombok turut hadir memberikan do’a kemenangan saat kampanye ALI-SAKTI di lapangan Bundar Praya, Sabtu (23/06/2018). Photo : Kamaruzzaman

LOMBOK TENGAH, Corongnya.co.id – Dalam kampanye Akbar di Praya, Lombok Tengah, Sabtu (23/06/2018) pasangan calon (Paslon) Gubernur NTB Ali-Sakti berkomitmen pasti membangun DAM Mujur yang ada di Lombok Tengah.

“Orang-orang di Beleka, Lombok Tengah datang kepada saya menangis karena tidak ada pasokan air bersih, kenapa Lombok Timur ada DAM Pandan Duri sedangkan di Lombok Tengah tidak ada, maka saya berdiri di Lapangan Bundar Praya ini tunggulah saya menjadi Gubernur dan Pak Gede Sakti menjadi Wakil Gubernur, saya katakan dan tegaskan bahwa Lombok Tengah pasti ada DAM Mujur,” tegas Ali Bin Dachlan.

Ali Bin Dachlan menegaskan kembali bahwa dalam membangun DAM Mujur di Lombok Tengah maka dirinya pasti membereskan persoalan yang ada di Lombok Tengah sehingga masyarakat bisa menikmati air bersih.

“Saya pasti mencari solusi dan jalan keluar perihal persoalan tanah yang menjadi problematika dalam membangun DAM Mujur. Saat DAM Mujur jadi, maka persoalan pasokan air di Nusa Tenggara Barat selain di Lombok Timur akan selesai,” bebernya lagi.

Pria yang akrab disapa Ali BD ini telah mendatangi beberapa sumber air besar yang ada di Lombok Tengah, oleh karenanya peta pembuatan DAM Mujur sudah ada dalam pemikirannya.

“Saya sudah melihat debit air yang ada di Lombok Tengah sehingga harus ada grand desain, dulu DAM Pandan Duri sebanyak 7 Bupati tidak berani membangun. Akhirnya saya ambil tindakan karena DAM Pandan Duri harus jadi. Ini yang akan saya lakukan di DAM Mujur,” lanjutnya.

Dalam menyelesaikan persoalan pembebasan lahan tanah, maka Ali BD menjaminkan tidak akan merugikan masyarakat.

“Jika bentrok atau merugikan masyarakat maka itu melanggar hak asasi manusia dan kita mencari cara membangun dengan keadilan tentunya bukan berhutang,” bebernya.

Kemudian, pria yang akrab disapa Asrul Kake ini menambahkan akan mencari jalur air yang ada di Lombok Tengah, pasalnya Lombok Tengah dan Lombok Utara kaya mata air sehingga tidak masuk logika jika Nusa Tenggara Barat kekurangan air.

“Jalur mata air akan kita jelajahi dan kita periksa, apakah memang jalur air itu tidak keluar deras atau memang jalurnya sangat sempit. Jika demikian maka jalur akan diperbesar, otomatis seluruh daerah di Lombok bukan hanya di Lombok Tengah, maka di daerah lainnya seperti Mataram, Lombok Barat dan bagian lainnya bisa terairi dengan baik. Sawah juga tidak akan kekeringan,” tuturnya.

Terakhir, koordinasi antara Pemerintah Propinsi, Kabupaten dan Kota harus terjalin. Cara ini maka akan membuat seluruh wilayah bisa bekerja dengan baik.

“Kerjasama di semua wilayah di Nusa Tenggara Barat harus kuat, saya tegaskan jangan pernah mempermainkan uang rakyat. Saya menjadi Gubernur saya pastikan menindak tegas kepada siapapun pejabat daerah yang bermain dengan uang rakyat,” pungkasnya dengan nada tegas.(cr-max)