Kontraktor Yakin Proyek RTLH Akan Sesuai Dengan Perencanaan

Salah seorang warga penerima RTLH menunjukkan bangunan RTLH yang kualitasnya dinilai kurang bagus
Salah seorang warga penerima RTLH menunjukkan bangunan RTLH yang kualitasnya dinilai kurang bagus

Adanya beberapa warga yang mengeluhkan kualitas bahan bangunan yang mereka duga tidak sesuai dengan perencanaan di beberapa desa dan bangunannnya terkesan tersendat, tetapi beberapa hari yang lalu tim dari provinsi yang melakukan pengawasan mengatakan bahwa ada solusi jika batako yang kurang baik maka akan diplester.

Lombok timur. corongrakyat.co.id – Proyek RTLH (Rumah Tidak Layak Huni) yang bersumber dari dana APBD NTB tahun 2014 masing-masing dengan pagu anggaran sebesar Rp 20 juta yang diperuntukkan bagi masyarakat miskin di NTB.

RTLH yang sedang dibangun di Lombok Timur khususnya sebanyak 257 rumah menyebar di semua kecamatan, pembangunan RTLH ini tidak saja mengurusi bangunan untuk warga miskin, tetapi pihak kontraktor harus melihat apakah tanah yang akan ditempati bangunan tersebut adalah memang milik warga dengan menunjukkan sporadic atau sertifikat.

Kontraktor RTLH yang memenangkan tender memakai bendera atau perusahaan PT Aneka Jasa, H . Rasyid, Mantan Anggota DPRD 2009-2014 yang dikonfirmasi corongrakyat.co.id terkait adanya beberapa warga yang mengeluhkan kualitas proyek dan lambatnya pekerjaan pembangunan RTLH di berbagai tempat, mengatakan, Proyek RTLH yang sedang berjalan waktunya hanya dua bulan dan akan berakhir akhir Desember tahun ini juga, mengenai adanya keluhan dengan bahan yang kurang baik pihak kontraktor tetap akan bertanggung jawab, ia menjelaskan kemungkinan bahan yang menurut warga kurang baik adalah bahan tambahan yang dibeli belakangan, tetapi menurutnya ketika bahan batako yang telah terpasang nantinya akan dilakukan plester, sehingga bangunan menjadi kuat.

Jadi tidak mungkin bangunan tersebut dalam waktu satu tahun akan menjadi rumah kumuh kembali, dikarenakan kontruksinya saja dari besi, dan bahan bangunan sudah sesuai standart yang ada,” jelasnya,(Kamis,04/12/2014)

Sedangkan keluhan warga di Kelayu Utara mengenai mangkraknya bangunan yang sedang dibangun, H.Rasyid menjelaskan bahwa pembangunan proyek RTLH tersebut Sampai akhir Desember ini, jadi warga diharapkan bersabar.

Proyek kami tidak mangkrak, seandainya rumah yang agak tersendat-sendat, itu dikarenakan ada bahan bangunan yang langka di pasaran, tetapi warga tidak perlu khawatir, kami akan tetap mengerjakan sesuai dengan kontrak yang ada,” terang kontraktor RTLH.

Pihak PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) RTLH Prov NTB I Wayan Winarta yang di hubungi via ponsel, (Jum’at,05/12/2014) menanggapi adanya keluhan warga mengatakan bahwa pihaknya telah mengintruksikan kepada pihak kontraktor untuk segera melengkapi bahan supaya tukang bisa bekerja untuk yang terhenti sementara, sedangkan mengenai batako yang kualitasnya dianggap kurang, pihaknya dan masyarakat serta kontraktor telah sepakat untuk memplesterkan pada sambungan batako tersebut. (cr-mj)