Wali Murid Protes Keras Pernyataan Kadis Dikpora Lotim

Suharman, SH
Suharman, SH

Pernyataan Kadis Dikpora Lombok timur Mahsin SPd beberapa hari yang lalu tentang tidak adanya kekacauan dalam ujian semester ganjil tahun 2014 menuai protes, para wali murid justru mempertanyakan cara-cara yang diterapkan oleh Dinas Pendidikan saat ini.

Lombok Timur. corongrakyat.co.id – Ada-ada saja ulah para pejabat membela diri mereka, salah satu contoh di Kabupaten Lombok Timur, beberapa hari yang lalu saat ujian semester ganjil yang dilaksanakan serentak, para murid atau siswa SD tidak jadi melaksanakan ujian semester dengan mata pelajaran IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial), gara-gara soal yang belum ada, entah ditribusi yang terlambat atau bahkan percetakan yang belum selesai mencetak soalnya.

Dengan kejadian yang cukup menghebohkan dunia pendidikan di Lombok Timur , Mahsin sang kadis dalam wawancaranya dengan insan Pers tetap saja mengatakan bahwa itu bukan suatu kekacauan, bahkan ia mengatakan bahwa murid atau siswa harus siap. “Pelajaran apapun yang akan diberikan oleh para guru mereka siswa tersebut harus siap melaksanakan ujian, walaupun tidak sesuai dengan jadwal, karena ujian semester saat ini ada waktu satu minggu,” ujarnya.

Pernyataan orang nonor satu di Dikpora Lotim ini banyak menuai protes dari kalangan wali murid dan pendidik, salah satunya pendidik di SDN 15 Bagik Payung Kecamatan Suralaga yang mewanti-wanti agar namanya tidak ditulis menjelaskan bahwa apabila ada program seperti yang dikatakan Kadis Dikpora tentunya ada sosialisasi terlebih dahulu, jangan ketika ada kejadian baru hal tersebut diutarakan. Murid-murid jelas tidak bisa menjawab soal, dikarenakan malamnya mereka belajar untuk pelajaran IPS ternyata yang diberikan pelajaran lain tentunya membuat murid-murid kelabakan.

kadis jangan seenaknya membuat program dengan mengatakan ada waktu satu minggu untuk ujian, tetapi kalau jadwalnya amburadul, menyebabkan dampak yang tidak baik bagi anak-anak,“ jelas guru yang telah banyak makan asam garam di dunia pendidikan ini.

Sedangkan wali murid pada salah satu SD Negeri di Lotim, Taharudin SH juga protes keras atas apa yang terjadi di dunia pendidikan Lotim, menurutnya bagaimana siswa-siswi dapat nilai bagus dan Dikpora bisa memenuhi target nilai maksimal murid, kalau mereka sebelumnya belajar IPS karena Jadwal yang memang diberikan, tetapi yang datang justru soal lain, maka jangan salahkan murid ketika mereka menjawab apa adanya.

kadis Dikpora mencari alasan untuk menutupi kesalahannya sendiri, memang Mahsin tidak pernah jadi murid. Saya yang jadi korban tentu sangat keberatan, Kadis itu tidak berpikir tentang kemampuan siswa yang beragam,” ujarnya.

Sedangkan Salah seorang pegiat LSM Bangun Prakarsa Madani, Suharman SH, melihat kejadian yang cukup memalukan di dunia pendidikan ini mengatakan bahwa ia akan mengadukan permasalahan ini ke ranah DPRD Lombok Timur, agar dewan segera memanggil orang-orang yang berkompeten di Dinas Dikpora. “Kalau terus dibiarkan begini, dunia pendidikan kita akan terpuruk,” tegas Suharman .(cr-mj)

 

Kabar Terkait