
Lombok Timur, CR – Dalam Rancangan APBD 2017 Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Timur lebih fokus merancang anggaran untuk memastikan bahwa hanya program yang benar-benar memiliki asas manfaat yang nyata bagi masyarakat yang dialokasikan dalam RAPBD.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Drs H.Rohman Farly Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Timur dalam rapat anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lombok Timur dalam pidato pengantar Kepala Daerah atas APBD 2017 (01/12/16).
Karena hal tersebut sambungnya adalah merupakan upaya pemerintah untuk melakukan penurunan angka kemiskinan yang tentunya disesuaikan dengan keuangan daerah.
Selain itu dalam KUA dan PPAS yang telah disepakati bersama dengan DPRD yang memuat beberapa arahan kebijakan pembangunan diantaranya penajaman program yang mampu mendorong produktifitas masyarakat dan peningkatan perekonomian daerah, hal ini beriringan dengan target pertumbuhan ekonomi nasional tahun 2017 sebesar 5,1 %, serta upaya penghematan belanja aparatur pemerintahan.
“Terdapat beberapa program pusat yang perlu menjadi perhatian bersama antara lain pengalokasian dana desa”, kata Rohman Farly dalam pidatonya.
Sedangkan untuk alokasi pendapatan daerah 2017 direncanakan sebesar Rp. 2,374 Triliun dan pada sisi belanja daerah direncanakan Rp. 2,381 Triliun, sehingga terjadi defisit sebesar Rp. 6,238 Milyar.
Beban Daerah di tahun 2017 mendatang memang sedikit berkurang salah satunya disebabkan kewenangan menganggarkan alokasi untuk gaji guru SMA/SMK yang sudah menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi.
Untuk diketahui bahwa tahun 2017 mendatang Pemda Lombok Timur mendapat dana insentif daerah dari Pemerintah Pusat yakni sebesar Rp. 43,251 Milyar.
“Hal ini tidak terlepas dari kinerja bersama dalam tata kelola pemerintahan di bumi Patuh Karya yang sama-sama kita cintai ini,” kata Sekda Lotim yang terkenal dengan keramahannya ini. (tur)

