Sampoerna untuk Indonesia Gelar Festival Tari Tradisional

Salah satu tari tradisional dalam Festival Tari Tradisional yang diselenggarakan oleh Sampoerna untuk Indonesia dari 19 – 24 November 2016 di Lombok Timur
Salah satu tari tradisional dalam Festival Tari Tradisional yang diselenggarakan oleh Sampoerna untuk Indonesia dari 19 – 24 November 2016 di Lombok Timur

LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id – Sampoerna untuk Indonesia (SUI), program tanggung jawab sosial perusahaan di bawah payung PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna), bekerja sama dengan Putera Sampoerna Foundation School Development Outreach (PSF SDO) menyelenggarakan acara Festival Tari Tradisional.

Kegiatan diikuti 28 sekolah dasar (SD), yakni dari Lombok Timur 24 SD dan Lombok Tengah 4 SD bertempat di SDN 1 Montong Baan, Sikur, Lombok Timur. Setiap sekolah mengirimkan 1 (satu) group tari untuk mengikuti festival.

Festival tari tradisional ini merupakan bagian dari festival day yang digelar dari 19 – 24 November 2016 bertempat di beberapa lokasi, yakni SDN 1 Montong Baan (Sikur), SDN 2 Montong Baan (Sikur), SDN 2 Terara (Terara), Lapangan Terara, dan Lapangan Sikur.

Seklain itu, untuk lebih memeriahkan acara, beragam lomba pun dilaksanakan; sepak bola mini, bola voli mini, kerajinan tangan, mading, penampilan egrang, teknik Pramuka, tari tradisional, tahfidz, tilawah, pencak silat, dll.

Selaku project leader, Muslich menegaskan, program ini berusaha menumbuh kembangkan kreativitas anak-anak. Dengan ragam kegiatan yang diselenggarakan, anak-anak belajar mengasah minat dan bakatnya. Karakter akan tumbuh dengan sendirinya. Tari tradisional menjadi salah satu pilihan materi festival karena kegiatan ini sangat bermanfaat untuk menjaga dan menguatkan kearifan-kearifan lokal.

“Di tengah masifnya budaya luar Lombok yang masuk, siswa-siswi diharapkan mampu berkreasi dalam kegiatan positif tanpa meninggalkan akar budaya dan tradisi,” tandas Muslich.

Banyak manfaat dari festival tari tradisional. Secara tidak langsung siswa belajar tentang keindahan, kerjasama, keselarasan, dan harmoni. Nilai-nilai yang akhir-akhir ini pudar karena maraknya sikap egois, intoleran, dan budaya kekerasan. Lebih lanjut Muslich menyampaikan bahwa mengajarkan tentang hidup harmonis tidak bisa hanya dengan teori di dalam kelas. Mengajak siswa menari, secara otomatis membuat mereka untuk peka terhadap perbedaan, memadukan antara gerak dan lagu. Banyak nilai yang diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari bagi siswa.

Mayoritas siswa, guru, dan orang tua/wali murid pun turut antusias. Kepala SDN 1 Montong Baan, Hasbullah yang merupakan salah satu panitia lokal festival ini menyampaikan, pihak sekolah mengapresiasi dan mengucapkan banyak terima kasih segenap kontribusi dari Sampoerna untuk Indonesia.

“Sekolah kami menjadi lebih hidup dan berkembang. Anak-anak semangat datang ke sekolah. Kami senang melihat mereka ceria – gembira dalam program yang dijalankan. Respon orang tua pun luar biasa terkait dengan program dijalankan sekolah,” ujar Hasbullah.

Sebagai rangkaian dari festival ini, pada tanggal 24 November 2016 akan digelar puncak kegiatan festival yang akan diselenggarakan di Lapangan Sikur, Lombok Timur. Secara umum, segenap sekolah peserta program berharap agar kegiatan positif yang diselenggarakan oleh Sampoerna untuk Indonesia ini terus dilanjutkan di tahun-tahun mendatang. (cr-tur)