Dermaga Labuhan Haji Tak Kunjung Di Kerjakan, Ali BD Murka

Bupati Lombok Timur DR H. Moh Ali BD SH bersama salah seorang Redpel Corong Rakyat
Bupati Lombok Timur DR H. Moh Ali BD SH bersama salah seorang Redpel Corong Rakyat

Lombok Timur – Mengingat sampai saat ini proyek peningkatan kolam labuh Pelabuhan Labuhan Haji tak kunjung di kerjakan,  persoalan tersebut ternyata cukup membuat Bupati Kabupaten Lombok Timur H. Moch Ali Bin Dachlan, merasa berang kepada perusahaan pemenang tender dan pihak terkait.

Kekecewaan Ali BD tersebut dapat terlihat dengan jelas pada saat ia mengkonfirmasi soal proyek itu ke pihak terkait yang tidak ia sebutkan namanya.

“Anda itu bagaimana, kapan itu dikerjakan, jangan hanya janji-janji doank, kemarin katanya hari ini, sekarang anda bilang mudah-mudahan besok, saya itu tidak butuh kata-kata mudah-mudahan anda segera selesaikan itu ya,” kesalnya menggunakan nada tinggi.

Selain itu, Ali BD juga membeberkan dihadapan puluhan  wartawan baik cetak maupun elektronik, bahwa sampai saat ini  ia tidak mau mencairkan uang proyek tersebut ke pihak perusahaan pemenang tander.

“Masak biaya angkut pipa dari luar daerah dan sewa kapal kita (pemerintah) yang harus menanggung biaya mereka, atas dasar itu sampai  saat ini saya tidak mau mencairkan uang proyek ke perusahaan itu meskipun itu ada aturannya,” tegas Ali BD kembali.

Disesi lain Ali BD juga mengatakan, apabila sampai 31 desember 2016 nanti proyek peningkatan kolam pelabuhan Labuhan Haji tidak juga dikerjakan, maka anggarannya akan kita pakai di tahun 2017.

“Selama anggaran itu tidak kita pakai, maka akan sangat bisa kita pakai kembali di tahun 2017,” ujarnya

Ditahun 2017 mendatang juga, peme ritah kabupaten Lotim akan menganggarkan  Rp 26 milyar untuk melakukan pengembangan perluasan pelabuhan sampai ke utara, singkatnya.

Sementara itu, wakil ketua DPRD Kabupaten Lombok Timur H. Daeng Paelori seringkali menyampaikan kepada media, jika sampai akhir tahun ini proyek peningkatan dermaga Labuhan Haji tidak dikerjakan oleh Pemkab, maka akan menjadi kesempatan terakhir pemerintah kabupaten untuk menganggarkan kembali pelabuhan tersebuti, katanya. (Ari)