Ribuan Warga Mamben Daya Terancam Kesulitan Air Bersih

Air bersihLOMBOK TIMUR, Corong Rakyat – Musim kemarau 2016, ribuan warga Mamben Daya saat ini terancam kesulitan air bersih. Ancaman krisis air bersih ini diakibatkan oleh mengeringnya lima sumber mata air yang selama ini digunakan warga Mamben Daya. Menghilangnya air dari sumbernya ini bukan untuk kali pertama, namun ini adalah kali kelima sumber ini mengering, sedangkan sebelumnya masih ada dua sumber yang bisa di gunakan.

“Tahun sebelumnya debit  air juga berkurang dari sumber mata air ini, namun kali ini sama sekali tidak bisa dialirkan”, terang salah seorang warga.

Kepala Desa Mamben Daya, H. Rusnaidi, SH, saat dikonfirmasi Corong Rakyat, Kamis (8/9) membenarkan kejadian mengeringnya sumber mata air tersebut.

Dikatakannya, akibat keringnya sumber mata air ini ribuan warga Mamben Daya terancam krisis air bersih. Untuk mengatasi kekurangan air bersih, pemerintah desa melakukan langkah darurat.

Pipa yang mengalirkan air ke warga ini kami buka dan kita mengalirkan air sungai. Namun demikaian,langakah darurat mengalirkan air sungai ini tetap saja tidak mampu memenuhi kebutuhan air bersih warga.

Kondisi krisis air bersih ini diperparah dengan rusaknya jaringan air bersih warga. Mengenai kerusakan jaringan ini pihak desa sudah berupaya melakukan pembenahan.

“Kami sudah anggarakan Rp80.000.000, namun akibat parahnya kerusakan tetap tidak tertutup”, ucap Kades H. Rusnaidi pasrah.

Pembentukan Pamdes supaya mengatasi persoalan kerusakan jaringan serta jaminan pemeliharaan tidak membuahkan hasil. Pengurus Pamdes terkesan dibentuk hanya sekedar lembaga saja, nyatanya ketika ditanya soal keberadaan pengurus Pamdes, H. Rusnaidi menjawab sekedarnya saja. “Begitulah kondisi masyarakat kami”, terangnya.

Pernyataan Kades ini dibantah oleh warganya sendiri, menurut warga yang tinggal tidak jauh dari kantor desa Mamben Daya ini, perselisihan Kades dengan pengurus Pamdes sudah berlangsung sejak baru terbentuk.

“Pembentukan pengurus Pamdes hanya formalitas saja, sebab Kepala Desa dan Ketua BPD yang mengenadalikan kebijakan terkait soal pemeliharaan jaringan air bersih,” ucap warga tersebut.

Bahkan, sumber ini menceritakan megenai banyaknya persoalan yang tidak terselesaikan oleh Pemerintah Desa Mamben Daya.

Ketua BPD Desa Mamben Daya, Saefudin Zuhri membantah tudingan warga mengenai ikut campurnya Kades dan Ketua BPD. Dikatakan Saef jika Ketua pengurus Pamdes yang ditunjuk Suhaidi Mahsun tidak tanggap dalam mengambil keputusan terakit persoalan jaringan air bersih warga Mamben Daya.

“Tidak benar itu, kami melakukan penggantian ketua pengurus Pamdes karena yang bersangkutan (Suhaidi Mahsun, Red) lamban dan tidak segera mengabil keputusan,” terang pengurus KNPI Lotim ini.

Ditambahkannya, jika pergantian pengurus ini diambil oleh Kades dan BPD semata-mata akibat situasi yang sipatnya mendesak. (cr-mil)