Pelaku Penculikan Siswi Akhirnya Diringkus

   

Ilustrasi
Ilustrasi

 Tim Buru Sergap (Buser) Polres Lombok Timur berhasil membekuk pelaku penculikan siswi kelas 7 salah satu MTs di Kecamatan Labuhan Haji.

LOMBOK TIMUR, Corong Rakyat – Pelaku tersebut adalah Rian (39) warga Kelurahan Berang Biji Kecamatan Sumbawa Kabupaten Sumbawa Besar.

Kapolres Lombok Timur AKBP Karsiman SIK melalui Kasat Reskrim AKP Wendi Oktariansyah S.Ik membenarkan penangkapan pelaku penculikan dan traficking tersebut yang dilaporkan berdasarkan laporan polisi nomor:LP/VIII/2016/NTB RES LOTIM tertanggal 12 Agustus 2016.

Menurut AKP Wendi Oktariansyah bahwa pelaku ditangkap pada hari Jum’at (12/08/2016) sekitar pukul 12.00 Wita di daerah Masbagik Kecamatan Masbagek Kabupaten Lombok Timur, dimana pelaku sebelumnya sempat menghubungi orang tua korban untuk meminta sejumlah uang.

“Atas kerjasama pihak sekolah, orang tua korban dan petugas akhirnya pelaku bisa dipancing dan kemudian bisa dibekuk,” ungkap AKP Wendi Oktariansyah ketika dikonfirmasi Corong Rakyat di ruang kerjanya, Sabtu (13/08).

Ditambahkannya, bahwa pada korban pelaku  mengaku dirinya seorang Anggota TNI-AD yang berasal dari Sumbawa  dan bertugas di Surabaya. dan saat ini kasus tersebut sudah dilimpahkan ke  Polda Nusa Tenggara Barat.

“Karena mengingat TKP-nya dibeberapa kabupaten, maka kami berkoordinasi dengan Polda NTB terkait penanganan perkara,” ujarnya.

Lebih jauh Kasat Reskrim menceritakan kronoligis kejadian, bahwa Modus Rian dalam melancarkan aksinya berawal dari perkenalan, dimana diawali kontak via telephone genggam mengajak korban berkenalan.

Berawal perkenalan singkat via Handphone tersebut, kemudian pelaku mengajak korban untuk ketemuan dengan diiming-imingi akan dibelikan handphone merek lenovo dan juga akan di berikan uang sejumlah Rp. 1000.000.

Dengan janji tersebutlah yang membuat korban mau menemui pelaku di Mataram, Setelah sampai di Mataram, korban langsung diajak ke hotel oleh pelaku dan di hotel itulah pelaku menyetubuhi korban.

Setelah diajak chek in, keesokan harinya korban diajak ke Sumbawa dan setelah sampai ke Sumbawa, korban di suruh untuk meladeni teman pelaku disebuah hotel yang ada di daerah tersebut dengan bayaran sebesar Rp 200.000. (cr-met)