Didesak Demonstran, GM PLN NTB Siap Mundur Jika Tak Segera Normalkan Listrik

Gabungan massa aksi dari KNPI NTB dan sejumlah OKP di NTB berunjuk rasa di kantor PLN NTB, ratusan massa aksi ini menuntut PLN segera mengakhiri pemadaman listrik bergilir. (Photo : Kamaruzzaman)
Gabungan massa aksi dari KNPI NTB dan sejumlah OKP di NTB berunjuk rasa di kantor PLN NTB, ratusan massa aksi ini menuntut PLN segera mengakhiri pemadaman listrik bergilir. (Photo : Kamaruzzaman)

General Manager (GM) PT PLN Persero Cabang NTB mengatakan kalau dirinya siap mundur dari jabatannya jika dalam waktu yang sudah ditentukan pihaknya tidak dapat melakukan normalisasi listrik atau menghentikan pemadaman bergilir di NTB.

MATARAM, Corongrakyat.co.id – Pernyataan itu dibuktikan GM PT PLN Persero NTB, Andi Lakipadadah dengan menandatangani surat pernyataan bersedia mundur dari jabatannya itu setelah didesak oleh ratusan massa dari KNPI NTB dan gabungan Organisasi Kemasyarakatan dan Pemuda (OKP) se-NTB, Senin (17/11/2014).

Adapun dalam surat pernyataan itu tertera  mulai tanggal 25 November 2014 PT PLN Persero Cabang NTB akan menghentikan pemadaman bergilir yang mana jika masih terjadi pemadaman diatas waktu yang sudah ditentukan tersebut maka Andi Lakipadadah harus mundur dari jabatannya sebagai GM PT PLN NTB.

KNPI NTB dan gabungan OKP se-NTB yakni organisasi Mudarat, PMII, GMNI,Pemuda Panca Sila, IPNU dan GP Ansor Kota Mataram melakukan aksi demonstrasi ke Kantor Cabang PT PLN Persero NTB lantaran terjadinya pemadaman Listrik bergilir beberapa bulan terakhir ini yang berdampak pada terganggunya aktivitas masyarakat umum.

Dalam orasinya, Ketua KNPI NTB, Sulhan Muhlis mengatakan pelayanan PLN selama ini dinilai telah melakukan pembohongan terhadap hajat hidup orang banyak. Karenanya, Sulhan meminta dengan tegas agar PLN tidak lagi melakukan pemadaman lagi.

Selain itu, TGH Subki Alsasaki yang merupakan Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Madinah dalam pernyataannya menyatakan tarip dasar listrin (TDL) saat ini sudah naik, kemudian kaitan dengan pemadaman yang terus menerus berlangsung telah mengobrak abrik kehidupan masyarakat.

“Dengan adanya pemadaman listrik bergilir yang cukup lama ini telah mengganggu unkivitas publik dan pendidikan serta peribadatan ummat beragama. Dan karenanya kami berharap supaya pemadaman listrik bergilir ini segera diakhiri,” ujar TGH Subki Alsasaki. (cr-max)