
Lombok Timur, CR- Program anggaran yang diterima setiap tahunnya oleh Pengelola Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Sekabupaten Lombok Timur di duga pendisteribusianya dipotong oleh oknum Dinas Dikpora dengan kisaran nominal yang bervariasi.
Hal tersebut diungkapkan oleh Massa dari Gerakan Rakyat Menggugat (GERAM) Lotim yang terdiri dari ARM, Gaspermindo, APTK, LMND, LPI dan Forum Rakyat Bersatu (FRB) Yang di komandoi oleh Moh Fahrurrozi S.Pd dan Eko Rahady SH saat melakukan hearing dengan Dinas Dikpora Lotim pada hari Senin (13/06/2016).
Muhammad Fahrurozi S.Pd selaku Ketua GERAM Lotim mengungkapkan bahwa dari hasil investigasi yang di lakukan dari bulan Maret sampai Mei 2016 telah banyak mengumpulkan fakta yang sangat mengejutkan antara lain ditemukan dugaan pungutan liar terkait dana bantuan PAUD.
“Berdasarakan hasil investigasi kami bahwa ditemukan fakta yang sangat mengejutkan dimana di temukan dugaan pungli program bantuan yang di terima oleh pengelola Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang ada di Lombok Timur oleh oknum Dinas Dikpora Lombok Timur ,” ungkap Muhammad Fahrurozi S.Pd ketika melakukan hearing.
Ditambahkanya bahwa potongan tersebut menurut pengakuan pengelola PAUD diperuntukkan untuk pembelian buku panduan belajar siswa, namun hingga saat ini buku tersebut tidak kunjung ada dan menurut aturan tidak diperbolehkan melakukan pemotongan dengan dalih apapun, sehingga tindakan yang di lakukan oknum tersebut justru akan mencoreng citra negatif sistem pendidikan di Lombok Timur.
“ Tindakan ini tidak hanya dilakukan satu kali, bahkan sering kami dengar laporan dari beberapa kepala sekolah yang juga sering mengalami hal serupa, sehingga kami minta untuk uang yang di pungut berkisar satu juta hingga satu juta setengah yang kataya untuk membeli buku itu agar di kembalikan karna bukunya tidak ada hingga sekarang,” tambahnya.
Sementara itu Eko Rahady SH dari Ketua Forum Rakyat Bersatu (FRB) Lombok Timur mengungkapkan bahwa permainan jual beli buku tersebut akan merusak marwah Bupati Lombok Timur yang dinilai sosok negarawan yang di kenal fublic, untuk itu demi menjaga citra bupati dan menciptakan pemerintahan yang bersih, Ketua FRB tersebut berharap kerjasama dari Dikpora untuk membongkar mafia buku tersebut.
“Kami kesini menjalin silaturrahmi dan meminta kepada bapak untuk kita kerjasama yang baik demi Lombok Timur tercinta, kalau bisa kita investigasi bersama dan melaporkan hasilnya,” ungkapnya kepada HL Nursalim selaku Kabid Bidang Pendidikan Luar Sekolah dan Yunus S.AP Selaku Kepala Seksi Bidang Pendidikan Luar Sekolah Dikpora Lotim yang saat itu menemui mereka (GERAM, red).
Yunus S.AP Selaku Kepala Seksi Bidang Pendidikan Luar Sekolah Dikpora Lotim membantah dengan tegas apa yang dituduhkan oleh massa dari Geram. diungkapkan bahwa BOP Tahun 2015 pelaksanaanya sudah sesuai dengan aturan dan pihaknya tidak pernah melakukan intervensi dan ikut campur, apalagi memaksa PAUD untuk mengeluarkan uang.
“Kami dan saya pribadi tidak pernah menginterfensi dan kami sudah berusaha bekerja sesuai aturan, saya tidak tau siapa yang narik uang dan lembaga yang mana di tarik. Kalaupun ada, kami tolong di infokan. kami bahkan menghimbau kepada PAUD agar dana BOP Di gunakan sesuai aturan,” ungkapnya.
Sementara itu Nursalim selaku Kabid Bidang Pendidikan Luar Sekolah mengungkapkan kalau itu benar, maka segera untuk dilaporkan dan permasalahan pada tahun 2015 tersebut dikatakan agar di jelaskan langsung Oleh Kepala Seksi Bidang Pendidikan Luar Sekolah
“Tujuan kita sama, maka kami akan siap juga investigasi dan kalau permasalahan tahun 2015 biar pak kasi yang menjelaskan, karna saya baru tahun 2016 ini menjabat dan kalaupun ada saksi atau dari korban yang melaporkan maka kami akan siap melindungi yang melapor tersebut,” ungkapnya (Met)

