|
|
Mengantisipasi Degradasi Moral Yang Melanda Anak Bangsa menurut Kakanmenag Kabupaten Lombok Timur sebaiknya para orang tua mulai memasukkan putra-putri mereka ke Ponpes untuk mencegah banyaknya degradasi moral di tanah air saat ini.

Lombok Timur, CR- Banyaknya kasus yang melanda para generasi muda harapan bangsa yang ada di Lombok Timur, seperti kasus kejahatan seksual yang belakangan ini sangat hangat di perbincangkan oleh masyarakat seperti anak menghamili ibu kandung sendiri bahkan menurut data kasus yang di tangani oleh Polres Lombok Timur, di sepanjang tahun 2016 hingga bulan Mei ini ada sebelas kasus kejahatan seksual dan tiga di antaranya pelaku atau tersangkanya masih anak di bawah umur.
Melihat saat ini dimana kondisi degradasi moral yang melanda generasi muda tersebut membuat masyarakat tidak jarang yang prihatin dan angkat bicara baik dari Tokoh Masyarakat maupun Tokoh Agama, tak terkecuali Kepala Kementerian Agama Kabupaten Lombok Timur H Nasruddin S.Pd. M.Pd.I
Kepala Kementerian Agama Kabupaten Lombok Timur H Nasruddin M.Pd.I mengungkapkan bahwa untuk mengantisipasi hal tersebut agar tidak terus terjadi, pihaknya menyarankan agar masyarakat terutama orang tua yang punya anak agar menitipkan anaknya di Pondok Pesantren yang ada di Lombok Timur.
“Kalau di Pondok Pesantren moralitasnya terjaga dan karakter religinya terbentuk paling tidak ketika dia sudah belajar di Ponpes, dia bisa menjaga dirinya dari hal- hal yang negative, karna Ponpes sudah mendesain hal tersebut dengan sebaik mungkin,” ungkap H Nasruddin ketika di wawancaai oleh Corong Rakyat. Senin (30/05/2016)
Ditambahkanya lagi bahwa di pondok pesanteren tingkat pengawasanya sangat berbeda, dimana para ulama dan guru- guru yang ada di pondok pesantren tersebut akan memberi pengawasan dua puluh empat jam kepada para santri dan santri wati , sehingga kecil kemungkinan akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dan apapun yang di pelajari di sekolah yang bukan Ponpes semuanya ada di Ponpes, sementara belum tentu apa yang di pelajari di Ponpes ada di sekolah lain.
“Bukan saya bermaksud untuk mengagungkan Ponpes dan tidak memandang sekolah yang tidak ponpes tidak bagus juga, namun kalau kita melihat bahwa Pondok Pesantren pengawasan yang di lakukan oleh para ulama’ dan guru- guru tersebut dua puluh empat jam,” tambah H Nas panggilan akrabnya yang terkenal ramah sama siapapun yang bertamu kepadanya .
Lebih lanjut, meskipun saat ini Lombok Timur masih dalam koridor aman kaitanya dengan degradasi moral tersebut dikarnakan oleh eksisnya pondok pesantren untuk membendung permasalahan tersebut, namun pihak Kemenag Lotim sendiri juga terus berupaya melakukan sosialisasi baik itu dari para penyuluh maupun dari media massa (Met)

