PANCASILA HARGA MATI, TIDAK ADA LAGI NEGOSIASI

Gubernur NTB, Dr.TGH. M. Zainul Majdi dengan tegas menyebutkan Pancasila merupakan harga mati bagi kedaulatan bangsa, tidak ada lagi kompromi dan negosiasi, karena saat ini muncul gerakan-gerakan yang berusaha merusak tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara, bahkan dapat mengancam kedaulatan bangsa.  “Kita harus tetap waspada. Kejadian-kejadian seperti itu tidak muncul secara kebetulan. Pancasila sudah harga mati, tidak ada lagi negosiasi,” Ungkap Gubernur saat menerima Danrem 162 Wirabhakti, Kolonel Infantri Farid Makruf, MA., di Pendopo Gubernur, Kamis, (12/05/2016).

Gubernur NTB TGH Zainul Majdi saat menerima Danrem 162 Wirabhakti, Kolonel  Infantri Farid Makruf, MA., di Pendopo
Gubernur NTB TGH Zainul Majdi saat menerima Danrem 162 Wirabhakti, Kolonel Infantri Farid Makruf, MA., di Pendopo

Mataram, CR- Kolonel Infantri Farid Makruf, MA bertugas di NTB menggantikan Kolonel Czi Lalu Rudy Irham Srigede, ST, Msi yang dipromosikan ke Irdam IX Udayana, yang beberapa hari lalu telah dilakukan serah terima jabatan. Putra kelahiran Madura tersebut sebelumnya bertugas di Kasrem/ABW Pontianak

Saat ini, menurut orang nomor satu di NTB tersebut, cara-cara yang ditempuh semakin kreatif, yaitu dengan melibatkan diri beberapa industri kreatif anak muda. Selain itu, Doktor alumni Mesir tersebut juga meminta TNI untuk bersama-sama memerangi Narkoba, yang saat ini semakin mengancam masyarakat, terutama generasi muda.

 

Terkait hal tersebut, Gubernur meminta semua pihak, terutama TNI untuk terus menanam dan mengembangkan nilai-nilai mulia daerah, karena hal-hal tersebut yang dapat menumbuhkan nilai nasionalisme masyarakat bagi bangsa dan negara.

 

Selain itu, Gubernur menyampaikan kebanggaan dan komitmen TNI dalam mendukung program pembangunan di NTB, terutama hal-hal teknis yang menyangkut kedaulatan bangsa bagi warga negara.

“Selamat datang dan selamat betugas di NTB. Saya yakin TNI sangat mampu melaksanakan tugas-tugas teknis terkait hal-hal kemasyarakatan. Selama ini, TNI sudah sangat peduli dengan pembangunan yang ada di NTB,” jelas Gubernur yang saat itu di dampingi Kepala Biro Humas dan Protokol, H. Yusron Hadi.

 

Gubernur juga memberikan gambaran terkait beberapa program pembangunan yang telah dilaksanakan bersama-sama dengan TNI, seperti program mewujudkan ketahanan pangan nasional.  Menurut Gubernur, keterlibatan TNI dalam program tersebut mampu meningkatkan produksi padi setiap tahunnya.

 

Sementara itu, Kolonel Infantri Farid Makruf, MA menyampaikan komitmennya mendukung semua agenda pembangunan telah diprogramkan Gubernur. Bagaimanapun, menurutnya TNI harus mampu memberikan keamanan kepada masyarakat.

“Selain mendukung program kesejahteraan masyarakat, kedaulatan bangsa adalah proritas,” ungkapnya saat itu. (Afif)