
Lombok Timur, CR- Anggota Kepolisian dari Polres Lombok Timur maupun jajaran Polsek Lombok Timur yang tergabung dalam Dikmaba Sembilan Delapan (DSD) atau sering di sebut pahlawan 16. Jumat (13/05/ 2016 ) sekitar pukul 15.00 Wita melakukan kegiatan sosial berupa pembagian santunan kepada masyarakat yang kurang mampu di dua kecamatan yakni Labuan Haji dan Sukamulia.
Santunan yang diberikan oleh tim Dikmaba Sembilan Delapan (DSD) yang memiliki anggota sebanyak dua puluh enam tersebut merupakan hasil urunan yang dilakukan setiap bulan oleh anggota DSD, rata- rata orang yang disantuni merupakan ibu yang suaminya sudah meninggal dan orang- orang yang tergolong kurang mampu.
Kasat Sabara Polres Lombok Timur AKP Didik Harianto SH selaku ketua DSD atau pahlawan 16 mengungkapkan bahwa apa yang mereka lakukan merupakan kegiatan rutinitas sebagai ajang silaturrahmi dan untuk lebih mendekatkan diri dengan masyarakat, khususnya yang berada di bawah garis kemiskinan, sehingga bisa merasakan empati terhadap apa yang mereka rasakan.
Selain itu AKP Didik Harianto SH menambahkan bahwa kegiatan sosial dengan membagikan sembako tesebut adalah untuk merubah stigma masyarakat tentang kesan arogan terhadap anggota kepolisian Republik Indonesia dan kegiatan tersebut akan terus dilakukan setiap bulannya.
“Kita melakukakan kegiatan sosial sebagai ajang silaturrahmi kepada masyarakat, terutama masyarakat yang kurang mampu, sehingga dengan kita memberikan sembako kita bisa merasakan apa yang mereka rasakan atau berempati dan kegiatan ini akan terus kita lakukan setiap bulan,” ungkap AKP Didik Harianto SH ketika di konfirmasi oleh Corong Rakyat . Sabtu (14/05/2016)
Sementara itu Kapolres Lombok Timur AKBP Karsiman SIK memberikan apresiasi yang sangat tinggi kepada anggotanya, karna memiliki inisiatif atau terobosan yang kreatif, sehingga hal tersebut secara tidak langsung akan mengharumkan nama baik kepolisian, khususnya Polres Lombok Timur di tengah masyarakat.
“Dengan melaksanakan kegiatan sosial tersebut maka personil Dikmaba Sembilan Delapan (DSD) juga mengaflikasikan program nawacita, yaitu menghadirkan kepolisian di tengah- tengah masyarakat untuk memberikan rasa aman dan kenyamanan sebagai warga negara Indonesia dan hal seperti ini perlu kita dukung,” ungkapnya
Masyarakat sempat kaget melihat kedatangan pihak kepolisian yang masuk ke gubuknya, namun setelah mengetahui maksud dan tujuan dari kedatangan mereka, masyarakat yang kebanyakan sudah tua renta tersebut merasa bahagia, bahkan terlihat pancaran kebahagiaan terlihat jelas dari raut wajah salah seorang nenek di Desa Sukamulia.
“Di zaman seperti ini masih ada polisi yang berjiwa mulia dengan rela menyisihkan sedikit dari gaji bulananya untuk disumbangkan kepada kami yang tidak memiliki apapun dan siapapun di umur kami yang sudah tua renta ini,” ungkap salah seorang nenek yang bernama Papuk Kesip yang berumur hampir 90 tahun dan tinggal di Desa Sukamulia.
Bahkan Papuk Kesip tidak mampu membendung rasa haru dan bahagianya karna mendapat bantuan sembako dari kepolisian dan ia sempat menangis sambil memeluk salah seorang anggota DSD (Met)

