Kadis Budpar Loteng : Destinasi Pariwisata Lombok Tengah Sudah Mendunia

Perkembangan Pariwisata Lombok Tengah akhir-akhir ini terus ditingkatkan karena bidang pariwisata merupakan sektor unggulan yang dimiliki .  Salah satu pengembangan wisata yang cukup populer dikalangan kita dari dulu dan sampai sekarang di Lombok Tengah adalah  daerah kawasan mandalika resourch. Kawasan ini menjadi salah satu destinasi dari sepuluh destinasi pariwisata yang ada di Indonesia yang progres pembangunannya dipercepat.

Kadis Budpar Lombok Tengah H.Lalu putrie
Kadis Budpar Lombok Tengah H.Lalu putrie

Lombok Tengah, CR- Sampai kapanpun pariwisata Lombok Tengah akan terus berbenah, baru-baru ini dirilis juga ada enam daerah di Indonesia yang yang disorot dunia dalam hal pariwisatanya, salah satunya berada di nomor urut pertama ada di Lombok dan itu adanya  di kabupaten Lombok Tengah dan baru – baru ini juga ditetapkan menjadi kota Wulas Asih oleh pemerintah Amerika .

Kemudian putria menambahkan bahwa dari segi pengelolaan tata ruang daerah, prestasi juga kita raih dan Lombok Tengah merupakan salah satu daerah kabupaten/kota yang memiliki tata ruang terbaik seIndonesia, ini merupakan jaminan ke investor untuk menanamkan modalnya di daerah ini, terutama pihak ITDC, pihak daerah terus mendorong pihak pengembang (ITDC) ini untuk secepatnya membangun.
“Tidak ada alasan bagi pihak ITDC untuk tidak memulai pembangunan Kawasan Mandalika ini, karna sarana infrastruktur dasar sudah tersedia semua seperti infrastruktur jalan, air, listrik dan telekomunikasi sampai ke objek wisata, sehingga bagaimana sekarang kita semua masyarakat Lombok Tengah mau bekerja sama untuk pembangunan pariwisata ini baik tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, pemuda, pihak keamanan, insan media, pemerintah melalui dinas terkait serta keseriusan para investor, “harap Kepala Dinas Budpar Lombok TengahH.Lalu putrie yang berasal dari Ketare ini.

Disinggung mengenai keamanan yang selama ini menjadi momok menakutkan bagi sebagian para investor serta para wisatawan yang mau berkunjung di daerah ini, putrie menceritakan bahwa koordinator keamanan itu tetap dari pihak Kepolisian dan itu harus kita pahami bersama. Kemudian di Lombok Tengah kita sudah bersinergi dengan pihak kepolisian dan masyarakat yang ada disekitar kawasan wisata dan keluhan keamanan jarang terdengar di daerah objek wisata, namun terjadi di daerah-daerah yang sepi menuju objek wisata tersebut, sehingga kemudian didirikan pos-pos jaga yang terdiri dari pihak kepolisian,TNI, Sat Pol PP dan masyarakat sekitar lokasi wisata.

Lebih jauh putrie juga menjelaskan mengenai kebersihan yang selama ini dikeluhkan oleh sebagian masyarakat pengunjung objek wisata didaerah selatan. Ia menjelaskan bahwa panjang pantai yang dimiliki oleh kabupaten Loteng yakni sepanjang 94,5 kilometer dan rata-rata pantai kita begitu indah dan sudah dimiliki oleh pihak ke-3 yakni investor, namun inilah kesulitan kita untuk memberikan teguran kepada mereka untuk memperhatikan kebersihan untuk kenyamanan pengunjung, namun beberapa kawasan objek wisata tersebut sudah menyiapkan TPA (Tempat Pembuangan Akhir) dan kalau ada yang belum menyiapkan itu dari pihak dinas akan tegur.
“Salah satu kendala yang kita hadapi saat ini yakni maraknya broker-broker tanah disepanjang daerah pariwisata, sehingga menghambat keberlanjutan pembangunan, mereka dulu beli dengan harga murah sekarang mau menjual dengan harga mahal, kita sudah memanggil mereka untuk membangun, namun mereka hanya mau menjual tanah mereka dengan harga mahal, sehingga dalam waktu dekat kita dari pemerintah daerah akan membuat regulasi dalam bentuk Perda mengenai aturan pembelian tanah, khususnya dikawasan pariwisata yang mengatur juga tentang untuk apa tanah tersebut dan kapan mulai membangun sehingga nampak terencana, termonitor, terevaluasi.

Hal demikian sebenarnya yang membuat kurang amannya disana, karna terlalu lama tidak dibangun kawasan tersebut

“Saya jamin jika mereka (investor) mau segera membangun maka tindak kriminal akan meredam, karna begitu banyak pengangguran yang bisa terserap,”tandas Datu sela Dendeng ini.(Tar)