
Lombok Timur, CR – Kurangnya debit air akibat curah hujan menyebabkan pasokan air bagi PDAM juga otomatis sangat berkurang juga, sehingga pendistribusian kepada pelanggan juga jadi tersendat. Corong Rakyat yang melihat langsung di sumber air Mencerit di desaJurit melihat debit air di sumber PDAM tersebut sangat sedikit, semula debit air bisa 30 liter perdetik saat ini hanya 20 liter per detiknya.
Hal tersebut menurut Direktur Umum PDAM Lombok Timur Rusdi SH pada CR sangat mengganggu pasokan kepada pelanggan.
“ Curah hujan yang sangat sedikit membuat sumber-sumber air PDAM sangat berpengaruh, tampungan PDAM sedikit, tentunya akan membuat pasokan ke pelanggan jadi tersendat juga,” jelas Rusdi. Rabu (24/02/2016)
Tetapi kecilnya debit air tak membuat patah semangat pihak PDAM, berbagai terobosan saat ini yang sedang dilakukan untuk mengantisipasi hal tersebut, diantaranya pembuatan reservoar di jalan Ponogoro dan di reservoir di Rempung, selain itu PDAM sudah membuat sumur bor di Rempung.
Dirum PDAM Rusdi SH berharap nantinya semua yang dilakukan PDAM saat ini bisa memenuhi semua kebutuhan masyarakat akan air bersih di Lombok Timur.
“Selain pembuatan sumur bor dan mengoptimalkan reservoir, pihak PDAM Lombok Timur juga akan mengupayakan agar proyek air bersih untuk sumber air Korleko dan Bagek Payung,”tambahnya.
Hal yang sama dikatakan Direktur Utama Drs M Isro’I bahwa dalam rangka memberikan solusi jangka pendek bagi masyarakat untuk mengantisipasi kekurangan debit air. PDAM saat mulai mengaktifkan kembali beberapa sumur bor yang ada, baik itu sumur bor yang terletak di Rempung maupun yang di Pancor.
Selain memfungsikan kembali dua sumur bor yang sudah ada. tahun 2016 ini PDAM Lotim juga berencana akan membangun tiga sumbur bor di tiga titik, dimana dalam pelaksanaannya nanti, proyek tersebut akan dibiayai dari anggaran APBD Provinsi NTB.
“Adapun letak pembangunan tiga sumur bor tersebut berada di Tanjung
Kecamatan Labuhan Haji, Selong dan di jalur Sikur serta Sakra, nantinya masing- masing sumur bor dengan debit air masing-masing 20 liter perdetik,” jelas M. Isro’I pada CR. (Ari)

