Disangka Selingkuh, Pol PP Grebek PNS Di Salah Satu Wisma

Ilustrasi (Foto: net)
Ilustrasi (Foto: net)

Dompu, Corong Rakyat – Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP) Kabupaten Dompu berhasil menangkap inisial YL dan HR di Wisma Praja Dompu pada hari selasa lalu. Mereka diduga melakukan perselingkuhan dan hubungan gelap.

Menurut pengakuan Kepala Sat Pol PP Dompu A Halik SE, penangkapan dilakukan berdasarkan adanya informasi yang di sampaikan oleh masyarakat bahwa di wisma tersebut ada oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang melakukan hubungan gelap. Karena adanya info tersebut anggota Pol PP yang kebetulan sedang melakukan operasi langsung ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan penggrebekan, pada saat penggerebekan di dalam kamar no. 7 sekitar jam 10:00 WITA pagi, di kamar Wisma Praja tersebut di temukan HR dan YL. Pada saat penangkapan HR dan YL berada dalam kamar yang sama dan dalam keadaan kamar terkunci, tim operasi membuka paksa dengan mendobrak pintu, pada saat petugas masuk YL berada dalam kamar mandi dan menutupi tubuhnya hanya menggunakan selimut hotel saja, setelah ditanya dan di introgasi statusnya ternyata YL adalah salah satu PNS yang bertugas sebagai pegawai tatausaha di SMP Kecamatan Manggelewa dan sudah memiliki suami. Terkait dengan persoalan tersebut pihak Pol PP akan menyerahkan berita acara penangkapan seorang PNS ke BKD dan BAWASDA untuk dilakukan proses. Sementara YL  di ruangan Kepala Pol PP membenarkan adanya penangkapan di kamar Wisma Praja Dompu, tetapi YL membantah dirinya melakukan perselingkuhan, tetapi dirinya berada di sana karena ingin mengganti baju yang basah akibat hujan.

”Saya kesana hanya ingin ganti baju,”ucapnya, sementara keberadaan HR di kamar itu tujuannya karena diminta oleh YL membantu mengurus SK nya pada calon Bupati HBY Karena menurutnya antara HR dan YL sama tim pemenangan HBY dan HR yang lebih dekat sama bupati terpilih, jadi tidak ada perselingkuhan,” ujarnya.

Lalu kalaupun tidak ada niat seperti itu mengapa posisi kamar tersebut terkunci, menurut pengakuan salah satu anggota Pol PP yang tidak ingin namanya di korankan mengakui tidak mungkin keduanya berada dalam satu kamar kalau tidak berbuat zina, itu hanya alasan sengaja di buat untuk menghindari perbuatannya.

”Saya minta agar awak media untuk menulisnya,”kata anggota Pol PP yang tidak mau disebut namanya. Sementara petugas piket hotel terkait masalah tersebut tidak tahu ada YL yang masuk ke kamar yang dia tahu bahwa HR yang meminta kunci no. 7 dan menyuruh petugas untuk membelikan nasi setelah itu dirinya tidak tahu,

” Selanjutnya saya tidak tahu,”ujar putri petugas piket hari itu.(BC)