
Dompu, Corong Rakyat – Kesatuan Penjaga Hutan Produksi (KPHP) Propinsi NTB, sejak beberapa hari kemarin resmi membuka pendaftaran perekrutan anggota pengaman hutan swadaya. Hal itu dilakukan KPHP untuk memperkuat pengawasan kawasan hutan Tambora dari aksi Illegal Loging.
Kepala KPHP Tambora Propinsi NTB, Muhamaddin SP menjelaskan, pada tahun anggaran 2016 ini, pihaknya selaku SKPD KPHP Tambora , menerima tenaga pengaman hutan swadaya sebanyak 30 orang.
” Pasca dibukanya pendaftaran kemarin, ada 62 orang yang mendaftarkan diri (berminat, red). Pesertanya berasal dari Kempo, Kecamatan Pekat, Tambora dan Sanggar,” jelas Muhamaddin pada Media ini dilapangan calabai, Senin (01/02/2016). Dari jumlah peserta tersebut kata dia, sebagianya merupakan mantan swadaya di SPH – SPH dan ada juga yang dari umum (murni masyarakat, red).
” Kami sudah melakukan beberapa persiapan kemarin untuk tingkat seleksinya antara lain, Test secara administrasi, akademik yang sudah dilakukan pada hari Sabtu kemarin dengan menyediakan 100 soal,” terangnya.
Tidak hanya itu lanjut dia, kemarin pihaknya melakukan test wawancara terhadap para peserta – peserta tersebut.
” Hari ini kami menggelar test fisik untuk peserta ini,” ujarnya.
Muhamaddin mengaku, 30 peserta yang dinyatakan lolos nanti, akan ditempatkan di masing – masing resort yaitu, Kempo, Pekat, Sanggar dan Tambora.
” Untuk jumlahnya kita akan lihat dari tingkat persaoalan yang ada di kawasan hutan Tambora. Kami lihat persoalan yang paling besar itu ada di Pekat dan Kempo. Sehingga mereka yang lolos nanti mempunyai tugas seperti Jagawana, yang memiliki fungsi menjaga keamanan hutan, melakukan patroli pengamanan di masing – masing wilayah dan melakukan pengawasan terhadap peredaran di tingkat lapangan (mencegah kerusakan hutan, red),” jelasnya lagi. Ditambahkanya, mengingat kebijakan pemerintah terkait sudah tidak adanya penerimaan tenaga honor tetap. Maka 30 orang yang lolos nanti adalah pegawai kontrak yang setiap tahunya SK-nya tersebut diperbahrui.
” Karena standar yang dipakai adalah SLTA, jadi mereka nanti akan digaji sebesar Rp.1.330.000 per-bulan,” terangnya.
Sedangkan criteria dari mereka yang akan diterima, pihaknya berharap orang orang yang direkrut tersebut bisa memiliki wawasan tentang kehutanan, memahami karakteristik dari pada kawasan hutan Tambora. Memiliki mental yang bagus, jujur dan paham tentang hutan serta memiliki ketangguhan fisik yang baik.
” Intinya, tujuan kami melakukan hal ini agar hutan tetap lestari dan masyarakat sejahtera,” tandanya.(BC)

