Beras Bantuan Diduga Rusak, Warga Akan Surati Kementan RI dan Desak Bulog Lotim Diaudit

LOMBOK TIMUR — Temuan beras bantuan seberat 30 kilogram yang diduga mengalami kerusakan di Desa Lendang Nangka Utara, Kabupaten Lombok Timur, menuai sorotan publik. Persoalan tersebut bahkan ramai diperbincangkan dan beredar di media sosial, termasuk Facebook.

Beras yang diterima masyarakat tersebut diduga dalam kondisi tidak layak konsumsi. Dari informasi yang beredar, beras disebut mengalami perubahan kondisi, di antaranya ditemukan kutu, perubahan warna hingga menimbulkan bau yang tidak sedap.

Temuan ini kemudian memunculkan pertanyaan terkait kualitas beras serta proses penyimpanan dan distribusinya hingga sampai kepada penerima bantuan.

Namun, penyebab pasti kerusakan beras tersebut hingga kini belum dapat dipastikan. Apakah berkaitan dengan kualitas beras sejak awal, proses penyimpanan, distribusi, atau faktor lainnya, masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

Warga Desak Ada Pemeriksaan
Salah seorang pemuda Lendang Nangka Utara, Zulkar, mengecam keras adanya temuan tersebut. Menurutnya, bantuan pangan merupakan kebutuhan dasar masyarakat sehingga kualitasnya harus benar-benar diperhatikan.
“Kami sangat mengecam keras persoalan ini. Beras bantuan untuk masyarakat seharusnya diberikan dalam kondisi yang layak dan aman untuk dikonsumsi,” tegas Zulkar.
Ia menegaskan persoalan tersebut tidak boleh berhenti hanya karena sudah ramai di media sosial. Menurutnya, harus ada pemeriksaan untuk mengetahui penyebab kerusakan sekaligus memastikan tidak ada kelalaian dalam proses pengelolaan dan penyaluran bantuan.

Zulkar juga menyampaikan rencana untuk bersurat secara resmi kepada Kementerian Pertanian RI di tingkat pusat agar persoalan tata kelola dan penyaluran beras bantuan di Lombok Timur mendapat perhatian.
“Kami akan bersurat secara resmi ke Kementan RI di pusat agar Bulog di Lombok Timur segera diaudit. Kalau memang ditemukan penyalahgunaan kewenangan atau persoalan hukum lainnya, tentu harus diproses sesuai aturan,” ujarnya.

Ia juga meminta pimpinan Bulog Lombok Timur memberikan penjelasan secara terbuka kepada masyarakat. Jika nantinya ditemukan adanya pelanggaran atau kelalaian, ia meminta agar ditindak sesuai ketentuan yang berlaku.

Pinca Bulog Lotim Beri Respons

Menanggapi persoalan tersebut, Pimpinan Cabang (Pinca) Bulog Lombok Timur menyatakan pihaknya telah menerima informasi mengenai beras yang diduga rusak tersebut dan langsung melakukan komunikasi dengan pihak terkait.
“Kami menerima berita ini sore kemarin dan langsung berkomunikasi aktif dengan tim, baik pihak desa maupun Satgas Pangan, untuk mengecek terhadap penerima,” ujar Pinca Bulog Lotim, 30/08.

Menurutnya, dalam proses penyaluran, penerima maupun pihak desa memiliki kesempatan untuk menolak apabila beras yang diterima tidak sesuai dengan ketentuan.

“Dalam proses penyaluran, pihak penerima ataupun desa boleh menolak jika beras yang diterima tidak sesuai,” jelasnya.

Pinca Bulog Lotim juga menegaskan bahwa pihaknya tetap berpedoman pada prosedur pengawasan dan pemeriksaan kualitas selama proses pengemasan hingga penyaluran.
“Kami tetap berpedoman pada prosedur pengawasan dan pemeriksaan kualitas selama proses pengemasan dan penyaluran,” katanya.

Lebih lanjut, Bulog Lombok Timur menyatakan siap bertanggung jawab apabila ditemukan beras yang tidak sesuai dan memastikan akan dilakukan penggantian.
“Sehingga jika ada beras yang tidak sesuai, kami bertanggung jawab untuk mengganti pada kesempatan pertama,” tegasnya.
Bulog Diminta Terbuka
Pernyataan Bulog tersebut menjadi respons atas keresahan masyarakat yang berkembang setelah temuan beras diduga rusak ramai di media sosial.

Masyarakat kini menunggu tindak lanjut pemeriksaan di lapangan untuk memastikan kondisi sebenarnya, termasuk mengetahui penyebab kerusakan dan apakah persoalan tersebut hanya terjadi pada satu penerima atau terdapat kasus serupa di lokasi lainnya.
Di sisi lain, dugaan kerusakan beras tersebut belum dapat disimpulkan sebagai akibat kesalahan, kelalaian, ataupun pelanggaran Bulog.

Kepastian mengenai penyebabnya masih membutuhkan pemeriksaan dan klarifikasi dari pihak-pihak terkait.
Karena itu, langkah Bulog yang menyatakan akan melakukan pengecekan bersama pihak desa dan Satgas Pangan dinilai penting untuk menjawab keresahan masyarakat.

Jika hasil pemeriksaan menemukan adanya kelalaian atau pelanggaran prosedur, masyarakat mendesak agar dilakukan evaluasi dan tindakan sesuai ketentuan.

Sebaliknya, apabila kerusakan disebabkan faktor lain, penjelasan secara transparan juga diperlukan agar tidak menimbulkan spekulasi berkepanjangan.

Beras bantuan merupakan hak masyarakat yang harus diterima dalam kondisi layak dan aman. Publik kini menunggu pembuktian di lapangan, bukan sekadar saling lempar tanggung jawab.
|| Rie CR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *