Ketika mendengar kata sampah maka yang akan terbersit di pemikiran kita adalah sesuatu yang kotor bahkan menjijikan dan sering menjadi masalah dalam masyarakat, namun bagi Nurul Hikmah ( 24 tahun) salah seorang gadis yang berasal dari Dusun Gerami Desa Geroa Kecamatan Sikur, sampah salah satu pembawa berkah didalam kehidupannya sehari- hari

Lombok Timur, Corong Rakyat– Berawal dari keprihatinannya terhadap banyaknya sampah plastik yang di buang oleh masyarakat sekitar rumahnya dan tidak bermampaat, Nurul panggilan akrabnya mencoba berkreasi dengan membuat pepohonan dari sampah- sampah yang berserakan, alhasil puluhan hasil kreatifitasnya bisa mendatangkan pundi- pundi rezeki seadanya
Pohon- pohon hasil kreasi yang di sebutnya dengan nama “pohon ku plastik bekas” bahkan tidak hanya dijual di sekitar daerah Lombok saja, melainkan sampai ke luar daerah, bahkan sudah dipasarkan sampai pontianak
“Hasil dari sampah yang saya buat pohon- pohon kecil ini selain saya jual di masyarakat sekitar, pernah juga dikirim sampai Pontianak,” ungkapnya
Ketika di temui oleh wartawan corong rakyat di sela- sela melatih para ibu- ibu dalam membuat pohon dari sampah di suatu acara, Rabu (03/02/2016) Nurul mengungkapkan bahwa kreatifitasnya untuk mendaur ulang sampah sudah di mulai semenjak tahun 2010 dan sudah menghasilkan ratusan pohon- pohon.
“Saya mulai membuat pohon ini sejak tahun 2010 dengan memanpaatkan sampah- sampah plastik bekas yang dibuang masyarakat setempat, yang kemudian saya jadikan pohon- pohon dan saya beri nama pohon ku plastik bekas, hasilnya saya jual untuk membantu perekonomian keluarga,” ungkapnya
Gadis yang menyelesaikan pendidikanya sampai sekolah menengah atas (SMA) ini juga menambahkan, bahwa satu pohon biasanya membutuhkan sampah plastik sampai lima kilogram dan bisa dibayangkan, jika banyak pohon maka berapa banyak sampah yang bisa di manpaatkan tanpa terbuang sia- sia.
Nurul juga berharap kepada pemerintah daerah (PEMDA) agar membantu untuk mempromosikan hasil kreasinya kepada masyarakat banyak, agar nantinya masyarakat lain juga tahu cara mengelola sampah dan tidak menjadikannya lagi sebagai masalah yang harus di takuti.
“Saya berharap dari pemerintah daerah meskipun mereka tidak bisa membantu kami dengan materi, tapi semoga bisa membantu kami mempromosikanya kepada masyarakat agar masyarakat tau cara mengelola sampah, sehingga tidak menjadi masalah di lingkunganya,” tambahnya (Met)

