
KLU, Corong Rakyat- Pelayanan pelabuhan Bangsal hingga kini masih terasa semerawut. Dari pelayanan transportasi menuju pelabuhan hingga penyebrangan menuju tiga pulau (Trawangan, Meno dan Air) belum dirasa begitu memuaskan para pengunjung. Kelompok sadar wisata yang mengatasnamakan diri Lembaga Bina Lingkungan wisata Terpadu (BLWT) Kecamatan Pemenang berjanji akan membantu proses pelayanan yang ada demi kenyamanan para pengunjung di kawasan wisata tersebut.
‘’Pemenang ini merupakan pintu gerbang kawasan wisata yang ada di Lombok Utara, jadi harus ada pelayanan yang baik untuk kita suguhkan kepada para pengunjung, demi kenyamanan mereka,”ungkap Ketua BLWT Kecamatan Pemenang Zulkarnaen.
Lembaga bina lingkungan yang baru-baru dibentuk masyarakat setempat ini berjanji akan bermitra dengan pemerintah dalam hal ini SKPD yang membidangi untuk membantu pelayanan yang ada di pelabuhan penyebrangan menuju tiga gili tersebut. Dimana keberadaan lembaga ini sendiri kata Karnaen memegang tanggung jawab pengawasan pelayanan di kawasan wisata tersebut, sesuai dengan tujuan lembaga dibentuk.
‘’Akan sangat sulit bagi pemerintah untuk melakukan pengawasan jika tidak bermitra dengan masyarakat dibawahnya, dengan adanya kelompok ini tentunya bisa membantu tugas SKPD terkait agar apa yang dicita-citakan terutama terkait kenyamanan penumpang dan penataan lokasi parkir alat transportasi yang mengangkut para penumpang bisa berprilaku dengan tertib,”cetus pria yang ditunjuk sebagai ketua secara aklamasi ini.
Diketahui selama ini penataan parkir transportasi pengangkut para pengunjung wisata kata Karnaen belum tertata begitu maksimal, misalkan saja di terminal pelabuhan bangsal dimana nampak beberapa cidomo yang menunggu para penumpang parkir disembarangan tempat. Sehingga terlihat semerawut, dan membingungkan para pengunjung, begitu juga dengan pelaku transportasi angkutan jalur laut harus bisa menunjukkan aktifitas pelayanan dengan baik demi kepuasan dan kenyamanan para pengunjung.
“Kami di lembaga ini sendiri terbentuk dari sejumlah anggota yang berasal dari masyarakat pelaku wisata yang ada di Pemenang, termasuk para kusir cidomo, hingga pengusaha travel kami libatkan menjadi anggota lembaga tersebut demi memudahkan kordinasi ,”terangnya.
Lembaga ini dibangun dengan persetujuan pemerintah kecamatan dan desa, yang mana saat ini dikabarkan memiliki jumlah anggota kurang lebih 500 orang.
Kebaradaan lembaga ini dikatakan Karnaen tidak hanya sebatas memantau dan mengawasi jalannya aktifitas sehari-hari dipelabuhan Bangsal, namun lembaga ini juga terbentuk sebagai pengawas kebijakan pemerintah terkait soal pariwisata, dimana pihaknya akan mendorong pencanangan program prioritas kepariwistaan untuk kemajuan wisata yang ditujukan kepada pemerintah daerah.
‘’Saat ini kami melihat beberapa bangunan yang telah dibangun pemerintah untuk kepentingan pariwisata ada yang belum terasa maksimal dimanfaatkan, misalkan saja jembatan penyebrangan yang dibangun saat ini di pelabuhan Bangsal. Jika ini dibangun untuk menjadi pelabuhan penyebrangan regional maka dengan segara difungsikan, jangan dibiarkan begini,”terangnya.
Dengan melihat kondisi tersebut pihaknya berjanji untuk meminta kejelasan kepada pemerintah daerah, agar semua bangunan yang telah ada bisa segera dimaksimalkan demi kemajuan wisata yang ada di wilayah tersebut. (Adi)

