
Dompu, Corong Rakyat – Maraknya aksi penambangan pasir oleh sejumlah oknum membuat masyarakat mengeluhkan masalah tambang liar pasir Hodo yang berlokasi Desa soritatanga Kecamatan Pekat Kabupaten Dompu. Dimana tambang liar ini banyak meresahkan masyarakat terutama di daerah pesisir pantai Hodo, karna ini akan berdampak pada lingkungan dan kelestarian pantai, bahkan penambangan liar ini juga sering kali pengambilan pasir dibawah jembatan, sehingga masyarakat merasa khawatir jembatan akan rubuh dan rusak parah akibat seringnya digali sekitar dasar jembatan.
Salah satu warga pengguna jalan, Fadil yang berasal dari desa Calabai yang diwawancarai Corong Rakyat pada saat istrahat dipantai Hodo beberapa waktu lalu mengatakan bahwa ia pernah menegur mobil dam truk yang mengambil pasir dibawah jembatan itu dan memberikan nasihat agar jangan menggali dibawah jembatan karna akan merusak dasar jembatan, katanya.
Sering nya mobil pengangkut pasir melintasi jalur itu, banyak sekali pasir yang berjatuhan disepanjang jalan, lanjut Fadil, itu akan membahayakan mereka sebagai pengguna jalan yang sering ke Dompu, karna pasir yang ada di aspal sangat licin terutama bagi mereka pengendara sepeda motor.
“Saya berharap bagi sopir yang sering memuat pasir agar jangan memuat melibihi bak, karna jalan ini banyak juga orang lain yang mempergunakan akses jalan.” ujarnya.
Karena maraknya warga meyinggung masalah tambang liar didaerah Hodo sehingga unsur muspika yang ada di kecamatan pekat mulai resah dan melakukan sidak yang di pimpin langsung oleh Camat pekat Gunawan, SE dilokasi, Kamis (21-1-2016) pukul 10.00 Wita dan ditemukan sebuah mobil truk yang saat itu sedang melakukan penggalian pasir dibawah jembatan, sehingga rombongan melihat langsung ulah dari penambang liar, namun sopir saat itu hanya diberikan arahan, jangan melakukan perbuatan seperti itu lagi, karna akan berdampak jembatan akan cepat rusak dan akan merusak lingkungan disekitar pantai hodo,jelas Camat Pekat pada pengendara dam truck.(BC)

