Pengusaha Sapi Disiapkan Kapal Khusus

Kementerian Pertanian mengalokasikan kapal ternak khusus untuk sapi Nusa Tenggara Barat . Kapal ini bertujuan untuk mengurangi biaya transportasi dan perdagangan ternak selama ini

Wagub NTB Muh Amin SH,MSi ketika bersama salah seorang petinggi kementerian Pertanian
Wagub NTB Muh Amin SH,MSi ketika bersama salah seorang petinggi kementerian Pertanian

Mataram, Corong Rakyat.– Kapal ternak berkapasitas 500 ekor direncanakan akan berlayar  pada awal Februari 2016 dengan Route NTT- NTB dan Pulau Jawa. Demikian di ungkapkan Dirjen Peternakan dan kesehatan hewan DR. Ir Muladno, M.SA pada saat Rapat terbatas dengan Wakil Gubernur NTB H. Muh.Amin, SH. M.Si, di RM, Lango Ampenan, Sabtu (23/1).

Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan juga menjelaskan bahwa keberadaan kapal ternak tersebut dapat dimanfaatkan oleh pengusaha ternak di NTB untuk mempermudah pengiriman sapi ke pulau jawa dengan kost yang sangat rendah,   karena kapal ternak tersebut sudah di subsidi pemerintah. Ia menambahkan fasilitas kandang ternak ini mirip kandang sapi berlayar di lengkapi dengan tempat pakan ternak yang luas, sehingga dengan adanya kapal ternak ini dapat meminimalisir penyusutan bobot sapi yang bisa tembus 20 % menjadi hanya 3 s/d 4 % saja. pungkasnya.

Keberadaan kapal pengangkut ternak sapi KM Camara Nusantara I memberikan dampak positif kepada para peternak sapi lokal. Selain itu, kapal khusus pengangkut sapi menguntungkan masyarakat sebagai konsumen, karena harga lebih murah. Harga di konsumen yang Rp 90.000-100.000 per kg bisa jadi Rp 75.000 per kg. Oleh karenanya Muladno berharap Pemerintah NTB dalam hal ini Wakil Gubernur dapat mensosialisasikan keberadaan kapal ternak, pintanya.

Sementara itu, Wakil Gubernur NTB H.Muh. Amin SH mengapresiasi dan menyambut baik keberadaan kapal ternak yang beroperasi di Nusa Tenggara Barat, karena di NTB merupakan salah satu sentra peternakan sapi yang populasinya mencapai satu juta ekor. Wagub berharap kepada pemerintah pusat untuk memberikan dukungan nya kepada pemerintah daerah dalam rangka percepatan konektifitas, sehingga harga sapi di tingkat produsen kompetitif dan ditingkat konsumen juga terjangkau.

Ditambahkan wagub NTB, Kementrian Pertanian senantiasa dapat mensingkronkan kebijakan strategisnya antara Pemda dan Pemerintah Pusat, sehingga apa yang di hajatkan pemerintah dapat berjalan beriringan. Pihak pemerintah Daerah NTB sendiri menyatakan dukungannya terhadap upaya pemerintah pusat untuk memperbaiki tata niaga peternakan, utamanya sapi.

Di kesempatan yang sama Kepala Dinas Perhubungan NTB menyampaikan kesiapan pelabuhan dalam rangka bongkar muat kapal ternak yang akan di kirim dengan menggunakan kapal laut, dia menjelaskan ada 3 pelabuhan yang siap yaitu, Pelabuhan Badas, Bima dan Lembar. Untuk jasa pelabuhan Rp 3000/1 ekor dan tenaga bongkar dan jasa lainya berkisar Rp 35.000 rupiah per ekor. (Afif)