Hadiri Pelantikan, Mabincab PMII Lotim Tekankan Kepatuhan Konstitusi, Ketua Cabang dorong Penguasaan Sektor Strategis Kampus

LOMBOK TIMUR – Pengurus Komisariat (PK) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Mahbub Djunaidi dan PK PMII STITNU Al Mahsuni resmi dilantik dalam sebuah agenda yang khidmat. Pelantikan ini menjadi momentum penting bagi regenerasi kepemimpinan PMII di tingkat akar rumput.

Hadir dalam pelantikan tersebut Sekretaris Majelis Pembina Cabang (Mabincab) PMII Lombok Timur, M. Ali Satriadi, bersama jajaran Mabincab, serta Ketua Cabang PMII Lombok Timur, Yogi Setiawan, beserta jajaran pengurus cabang.

Dorongan Mengisi Ruang Strategis Kampus

Dalam sambutannya, Ketua Cabang PMII Lombok Timur, Yogi Setiawan, memberikan penekanan khusus pada orientasi gerakan di tingkat komisariat. Ia menggarisbawahi pentingnya kader PMII untuk tidak hanya eksis, tetapi juga mengambil peran sentral di lingkungan perguruan tinggi.

“Komisariat adalah ujung tombak kaderisasi dan gerakan. Saya menekankan pentingnya peran PMII di ruang-ruang strategis kampus. Kader PMII harus hadir dan mewarnai dinamika kampus, baik melalui lembaga kemahasiswaan maupun prestasi akademik, sebagai wujud nyata tanggung jawab intelektual kita,” ujar Yogi Setiawan.

Menurut Yogi, penguasaan sektor strategis ini bertujuan agar nilai-nilai pergerakan dapat didistribusikan secara masif kepada seluruh mahasiswa, sekaligus memastikan PMII menjadi barometer kepemimpinan di kampus

Kepatuhan Konstitusi dan Integritas

Sementara itu, Sekretaris Mabincab PMII Lotim, M. Ali Satriadi, dalam amanatnya mengingatkan fondasi dasar organisasi. Ia menegaskan bahwa PMII adalah organisasi yang berdiri di atas tata kelola, mekanisme, dan regulasi yang jelas.

“PMII tidak hanya memiliki ideologi dan prinsip gerakan, tetapi juga AD/ART serta peraturan turunan yang wajib dipatuhi dalam setiap penyelenggaraan organisasi,” tegas Ali.

Ali juga mendorong Sinergitas Kader dan Alumni, Ia menekankan urgensi komunikasi efektif antara kader aktif dan alumni (Mabincab/IKA PMII) sebagai kunci keberhasilan agenda organisasi. ” untuk itu, pengurus hendaknya segera berbenah demi keberlangsungan roda organisasi yang optimal,” lanjutnya.

Larangan Kepentingan Pribadi:

Ali, yang juga Direktur LKBH FATA Indonesia, memberikan peringatan keras agar organisasi tidak dijadikan alat kepentingan pribadi.

“Ini adalah catatan penting bagi sahabat-sahabat. Organisasi ini dilahirkan sebagai corong rakyat, umat, dan bangsa. Jangan sekali-kali menjalankannya untuk kepentingan sempit dan sesaat,” pungkas Ali menutup sambutannya.|| Ri CR