Lombok Timur – Gerakan Pemuda Selatan(GPS) menyoroti keras maraknya pembangunan perumahan subsidi (BTN) di Lombok Timur yang justru berdiri di atas lahan produktif. Mereka menilai pemerintah daerah bukan hanya lalai, tetapi diduga ikut bermain dengan pengembang yang meraup keuntungan di atas kepentingan rakyat.
Wakil Ketua II Bidang Eksternal Gerakan Pemuda Selatan(GPS), M. Ikhwan Nawadi Fajar, menyatakan bahwa izin pembangunan perumahan di lahan subur adalah bentuk pengkhianatan terhadap kepentingan publik.
“Lahan yang seharusnya menjadi penopang ketahanan pangan, sesuai dengan nawacita Presiden Prabowo Subianto, malah digadaikan menjadi kawasan perumahan. Kami menduga ada persekongkolan antara pengusaha dan dinas terkait sehingga izin keluar begitu mudah,” tegas Ikhwan (3/10).
Pihaknya menuding sejumlah dinas memiliki andil besar dalam persoalan ini, mulai dari Dinas Perizinan, Dinas Permukiman, Dinas PUPR hingga Dinas Pertanian. Alih-alih menjalankan fungsi pengawasan, mereka justru diduga memberi karpet merah bagi para pengembang.
Lebih jauh, tata ruang Lombok Timur disebut amburadul dan tak memiliki arah yang jelas. “Seperti gigi yang tumbuh di seluruh gusi, pembangunan dibiarkan semrawut tanpa kendali. Tidak ada regulasi yang benar-benar ditegakkan, semua seakan bebas asal ada kepentingan,” sindirnya.
Gerakan Pemuda Selatan(GPS) juga menyoroti ketiadaan transparansi terkait CSR dari perumahan-perumahan tersebut. Banyak proyek perumahan yang sudah berdiri, namun kontribusi bagi masyarakat sekitar sama sekali tidak terlihat.
“Kami mempertanyakan, siapa yang sebenarnya diuntungkan dari semua ini? Jelas bukan rakyat, jelas bukan petani, dan jelas bukan masa depan ketahanan pangan kita,” tambah Ikhwan.
Gerakan Pemuda Selatan(GPS) mendesak pemerintah daerah membuka data perizinan perumahan secara transparan, sekaligus meninjau ulang seluruh proyek yang berdiri di atas lahan produktif. Mereka menegaskan, jika praktik semacam ini dibiarkan, Lombok Timur bukan hanya kehilangan lahan subur, tetapi juga menggadaikan masa depan generasi mendatang.|| Ri CR

