Lombok Tengah – Bupati Lombok Tengah, H. Lalu Pathul Bahri, S.IP., M.AP menerima kunjungan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Nusa Tenggara Barat (NTB) di ruang kerjanya, Kamis (14/8/2025). Kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala BPOM NTB, Yosef Dwi Irwan Prakasa S, S.Si., Apt., dan turut dihadiri Kepala Bapperida, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Disdikbud, serta Kepala DPMD Lombok Tengah.
Pertemuan ini membahas dukungan BPOM terhadap program-program strategis yang berkaitan dengan keamanan pangan dan obat-obatan yang beredar di masyarakat. Yosef menegaskan bahwa peran pemerintah daerah sangat penting dalam mengawal kebijakan serta memastikan makanan dan obat-obatan yang beredar benar-benar aman, bermutu, dan bermanfaat.
“Makanan dan obat-obatan sangat berperan penting karena berpengaruh pada aspek kesehatan, ekonomi, hingga ketahanan nasional. Oleh karena itu, dibutuhkan peran aktif pemerintah daerah untuk mendukung program-program BPOM,” ungkap Yosef.
Salah satu program unggulan yang dipaparkan BPOM adalah Pasar Aman Berbasis Komunitas. Program ini bertujuan memastikan kebersihan dan keamanan pangan di pasar-pasar tradisional, sekaligus sejalan dengan program MBG yang dicanangkan Presiden RI.
Selain itu, Yosef juga menyoroti maraknya peredaran obat tanpa resep dokter, khususnya antibiotik, serta penggunaan zat berbahaya seperti boraks dalam makanan. Ia menilai perlu adanya Surat Edaran (SE) dari pemerintah daerah terkait larangan peredaran dan penggunaan obat maupun bahan berbahaya tersebut.
Dukungan Penuh Pemkab Lombok Tengah
Menanggapi hal tersebut, Bupati Lombok Tengah H. Lalu Pathul Bahri menyatakan dukungannya atas berbagai program strategis BPOM. Ia menilai kerja sama ini tidak hanya bermanfaat bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap sektor ekonomi dan potensi daerah.
“Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah siap berkolaborasi dengan BPOM. Program-program ini tentu akan memberikan manfaat besar, baik dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat maupun mendorong perekonomian lokal,” ujar Bupati.
Dengan adanya sinergi antara BPOM dan Pemkab Lombok Tengah, diharapkan pengawasan terhadap pangan dan obat-obatan di wilayah ini semakin optimal, sehingga masyarakat terlindungi dari peredaran produk yang tidak aman. (*)

