kuliyah daring di keluhkan mahasiswa Universitas Gunung Rinjani (UGR) dikarenakan banyaknya dosen yang masih gaptek mengajar online. Anehnya, para dosen sudah dilakukan bimtek, pelatihan dan sebagainya. Akan tetapi, masih banyak dosen yang masih belum bisa dan terbiasa mengajar via online.
LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id – Sistem perkuliahan online nampaknya merupakan hal baru bagi mahasiswa Universitas Gunung Rinjani (UGR). banyak mahasiswa yang mengeluhkan sistem perkuliahan online, karena berbagai hambatan yang mereka alami. Mulai dari kesulitan dalam mengakses perkuliahan karena Keterbatasan Kuota hingga gangguan koneksi jaringan. sehingga hal tersebut menyebabkan para mahasiswa ketinggalan materi perkuliahan.
Hal ini berdampak pada kurangnya pemahaman mengenai materi perkuliahan. Apalagi memasuki masa semester, para mahasiswa kebingungan dikarenakan kuliah online yang sudah dijalaninya dianggap tidak efektif.
Dekan Fakultas Hukum Universitas Gunung Rinjani (UGR) Basri Mulyani SH. MH mengatakan, kuliah online ini merugikan para mahasiswa, dikarenakan banyaknya dosen yang masih gaptek mengajar online. Anehnya, para dosen sudah dilakukan bimtek, pelatihan dan sebagainya. Akan tetapi, masih banyak dosen yang masih belum bisa dan terbiasa mengajar via online.
“Kami tidak punya cara lain selain mengajar via online meskipun cara ini cukup menimbulkan keresahan di kalangan mahasiswa karena tidak bisa menyerap pembelajaran dengan cepat. Banyaknya guru yang tidak bisa mengajar via online juga sehingga membuat para dosen tidak bisa mengajar dengan efektif” Tutur Basri. 10/06.
Basri juga menegaskan akan memberikan konsekuensi bagi para dosen yang tidak melaksanakan kuliah online, dengan konsekuensi dosen tersebut tidak akan mengajar pada kuliah singkat, yang diselenggarakan pihak UGR sebelum masuk ke semester baru.
“Terkait tidak adanya tunjangan paket bagi mahasiswa, dikarenakan kami masih perguruan swasta tidak seperti perguruan tinggi, yang memiliki UKT sampai 15-20 juta. Sedangkan kami masih memberlakukan pembayaran SPP dibawah Rp. 1.000.000,” Paparnya.
Dirinya juga menuturkan, memasuki masa semester online, gangguan teknis merupakan kendala yang paling utama tetjadi, dikarenakan kekuatan web yang masih lemah dan juga tidak ada ahli IT yang akan menjaga web tersebut.
“Kami di UGR sudah memberlakukan semester maupun kuliah melalui LMS, yang dimana LMS kami sudah terdaftar pada Dikti,” katanya.
Masih kata Basri, pada proses awal sering sekali gangguan teknis terjadi. Sehingga pihak UGR memperpanjang waktu pelaksanaan UAS untuk mengantisipasi banyaknya user dari mahasiswa, yang masuk sehingga mengakibatkan adanya gangguan teknis.
“Untuk semester depan, kami di UGR akan mulai memberlakukan kuliah dengan tatap muka kembali,” ungkapnya.
Basri berharap semoga kasus covid-19 ini bisa tuntas ataupun dengan dilaksanakannya new normal, sehingga kuliah tatap muka bisa dilaksanakan kembali. (Cr-Wenk)

