LUPA menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah lepas dari ingatan. Bulan Ramadan kali ini sungguh berbeda dari sebelumnya. Ramadhan kali ini kita tengah ditimpa oleh suatu wabah yang bernama Corona Virus Disease (COVID-19) yang tidak terlihat, namun memiliki bahaya yang nyata dengan ciri-ciri berupa gejala ringan seperti flu, sakit tenggorokan, batuk dan demam. Gejala lain yang lebih serius adalah dapat menyebabkan Pneumonia atau sesak napas.
COVID-19 juga memiliki enam gejala baru yang di lansir oleh Pusat Pengendalian Dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS, yaitu panas dingin, badan gemetar berulang kali di sertai menggigil, nyeri otot, sakit kepala, sakit tenggorokan, dan kehilangan kemampuan mencium dan mengecap rasa. Betapa bahayanya COVID-19 ini bagi kesehatan manusia, apalagi saat ini sedang berpuasa, sebaiknya patuhi peraturan pemerintah dengan tetap di rumah, atau dalam bahasa agamanya khalwat atau pengasingan diri untuk menenangkan pikiran.
Khalwat ini sangatlah penting pada bulan ini untuk menenangkan diri sekaligus beribadah dengan membaca Al Quran. Seorang ulama terkenal sekaligus seorang ahli di bidang kedokteran, Ibnu Sina mengatakan, ”kepanikan adalah separuh penyakit dan ketenangan adalah separuh obat.” Panik menurut KBBI adalah bingung, gugup, atau takut dengan mendadak sehingga tidak dapat berpikir dengan tenang. Disaat krisis seperti ini karena ancaman COVID-19 yang mewabah keseluruh penjuru dunia, sikap tenang inilah yang sangat di perlukan.
Memiliki ketenangan, baik dalam keadaan sakit maupun sehat sangatlah penting bagi kita. Saat sehat orang yang memiliki ketenangan jiwa tidak mudah terserang oleh penyakit jasmani maupun rohani, sebab ketenangan itu sendiri bagaikan benteng sehingga manusia memiliki imunitas yang kuat. Ketenangan juga bisa didapatkan dengan mengingat Allah sebagaimana dalam Surah Ar Rad ayat 28 yang artinya: Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenang.
Allah SWT dalam Surah Al Baqarah ayat 185 yang artinya: Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang didalamnya di turunkan al-qur’an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan petunjuk tersebut dan pembeda (antara yang hak dan yang batil). Dibulan ini kita maksimal dengan berkhalwat sekaligus mematuhi pemerintah agar tetap dirumah, serta melupakan COVID-19 dengan berzikir mengingatnya atau dengan membaca Al Quran.
Kenapa Harus Berkhalwat ?
Berkhalwat di rumah juga membantu mencegah penyebaran COVID19. Menurut Organanisasi Kesehatan Dunia (WHO), sampai saat ini belum ditemukan obat untuk mencegah atau mengobati COVID-19 ini. Dari berita kontan.co.id, para pelaku industri farmasi berusaha mengembangkan dan mendistribusikan obat untuk mengatasi penyakit tersebut. Beberapa jenis obat sempat dilansir WHO tetapi belum ada hasil yang maksimal, sehingga berkhalwat di rumah sangatlah dibutuhkan saat ini, selain untuk membantu pemerintah dalam melawan penyebaran COVID-19, ibarat pepatah ”menyelam sambil minum air,” disaat kita membantu Pemerintah kita juga bisa fokus beribadah kepada Allah di bulan mulia ini.
Sopian, Mahasiswa Prodi Tadris Fisika UIN Mataram






