SELONG, Salah satu upaya memperkenalkan pariwisata, khususya bidang kesenian, kebudayan, dan kuliner ke tingkat dunia, pemuda Desa Sakra, bekerja sama dengan Dinas Pariwisata Provinsi NTB menggelar Festival Bale Langgaq, Sabtu (17/11) yang dibuka oleh Deputi Pemasaran regional III Kementerian Pariwisata RI, ” Riki Fauzi Yani ” diampingi Bupati Lombok Timur H.M.Sukiman Azmy, Kepala Dinas Pariwisata NTB, Kepala Dinas Pariwisata Lombok Timur, dan Sesepuh Masyarakat Desa Sakra. Festival digelar di Lapangan Pegondang, Desa Sakra, Kecamatan Sakra, Lombok Timur. Acara yang dijadwalka berlangsung selama 5 hari (17 s/d 21 Nopember 2018) akan diisi berbagai kesenian tradisional Desa Sakra di antaranya Prisean, Kecimol Asli, Kelentang tunggal, Rebana, dan Gendang Beleq.
Bupati Lombok Timur H. Sukiman Azmy dalam sambutannya menyampaikan Desa Sakra tidak sekedar Desa Budaya, melainkan Desa Pahlawan, karena di Bumi Sakra dimakamkan dan bersemayam para pahlawan yang belum terkenal dalam sejarah Pahlawan Republik Indonesia, akan tetapi terkenal dalam perjuangan dalam mengusir penjajah di bumi Lombok. Sukiman menyebut nama seperti TGH. Ali Batu, Datu Polak, Datu Moter Mamiq Noersasih, Raden Kerde, dan sejumlah nama lainnya. Karena itu, menurut Sukiman, kegiatan ini dapat dipandang pula sebagai ungkapan penghargaan masyarakat Desa Sakra khususnya, dan masyarakat Lombok Timur umumnya atas pengorbanan jiwa, raga dan harta untuk kemajuan bangsa terutama dalam merebut, memperjuangkan dan mengisi kemerdekaan Republik Indonesia.
Bupati Sukiman juga menyatakan masih banyak adat dan budaya yang justru saat ini makin menyempit bahkan berangsur hilang dari masyarakat, “oleh karena itu kewajiban kita, terutama sekali budayawan-budayawan Lombok Timur, hendaknya mulai menyingsingkan lengan baju bekerja keras, mengerahkan daya upaya untuk tetap mempertahankan budaya asli nenek moyang Desa Sakra, yang insyaallah akan didukung oleh Pemerintah Lombok Timur ” janjinya, “silahkan berkreasi para budayawan, silahkan bekerja para sastrawan, silahkan bekerja pula para pahlawan-pahlawan pejuang bangsa, mari kita bekerja pada fungsi dan tugas pokok kita masing-masing,” ajak Sukiman.
Lebih jauh Bupati berharap festival ini berhasil membangkitkan semangat masyarakat Lombok Timur setelah beberapa waktu lalu didera musibah gempa bumi, “inilah saat kita bangkit kembali dengan menyajikan segala potensi yang ada, seperti potensi kuliner, potensi alam, potensi budaya yang menyatu dalam kehidupan masyarakat Lombok Timur,”harapnya mengakhiri sambutan.
Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB, H. L. M. Fauzan, M.Si dalam arahanya menyampaikan Desa Sakra banyak menyimpan potensi untuk bisa dikembangkan apalagi dalam bidang pariwisata. Potensi tersebut menurut Fauzan sangatlah mendukung untuk terus dikembangkan termasuk kulinernya. Demikian pula kesenian yang tidak banyak kita jumpai di tempat lain, termasuk rudat, rebana yang bernuansa islami, serta kuliner.
Dikatakan Fauzan Festival Bale Langgaq ini merupakan kegiatan pariwisata dan budaya yang ke depan diharapkan menjadi event tahunan yang dapat menarik wisatawan dalam negeri maupun mancanegara. Pada tahun 2019 mendatang akan dipersiapkan 20 Desa Wisata yang ada di Lombok termasuk 5 Desa di Lombok Timur menjadi Desa Mandiri dan Desa Wisata.
Senada dengan Fauzan, Assisten Deputi Pemasaran Regional III Kementerian Pariwisata RI, Riki Fauzi Yani, menyampaikan segala bentuk kesenian yang disajikan merupakan kebanggaan masyarakat Desa Sakra yang tidak ada di daerah lain. Event yang baru pertama kali diadakan ini diharapkan dapat dilakukan secara berkesinambungan dan diinformasikan ke Kementerian Pariwisata RI. Riki menyebut Kementerian akan selalu mendukung kegiatan semacam ini, dengan catatan dilaksanakan secara konsisten, sebagai syarat sebuah kegiatan yang baik. Selanjutya Riki juga menyatakan event yang baik bukan hanya melestarikan budaya akan tetapi memiliki dampak ekonomi terhadap masyarakat, “semoga event-event yang akan datang semakin baik dan dalam pelaksanaa,” ungkapanya.
Acara pembukaan ditandai dengan pemukulan ” Gong ” oleh Asdep Regional III Kementrian Pariwisata RI yang diserahkan kepada sesepuh masyarakat Desa Sakra yakni Bapak Drs.H.Lalu Serinate, yang juga mantan gubernur NTB.
Hadir pada acara tersebut Forkopimda Kepala Dinas pariwisata Lombok Timur, Camat Sakra, Kepala Desa Sakra sesepuh masyarakat Desa Sakra, Forkopimca, tokoh agama dan tokoh masyarakat Desa Sakra. ( Humas)

