
MATARAM, Corong Rakyat – akibat debu vulkanik letusan Gunung Baru Jari semakin mengkhawatirkan. Bahkan sudah merambah Kota Mataram. Untuk mengantisipasi efek negative akibat debu vulkanik tersbeut Pemerintah Kota Mataram melalui BPBDnya memberikan himbauan kepada masyarakat yang berada di luar rumah, sekaligus yang menggunakan kendaraan agar menggunakan masker dan kacamata. Himbauan sekaligus pembagian masker secara gratis tersebut dipimpin langsung Kepala BPBD Kota Mataram Supardi di perempatan Lampu Merah tepatnya di depan Kantor Gubernur NTB, Kamis (5/11).
Meletusnya Anak Gunung Rinjani yang terus mengeluarkan abu vulkanik. Sebaran abunya sampai ke Kota Mataram sejak Rabu malam pukul 22.00 Wita. Oleh karena itu, seluruh masyarakat dihimbau untuk menggunakan masker dan kacamata agar terhindar dari abu tersebut.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram, Supardi mengatakan abu vulkanik Gunung Baru Jari sampai ke Mataram pada Rabu malam. Sehingga, BPBD berinisiatif untuk membagikan 700 masker kepada masyarakat pada gelombang pertama. Jika abu tetap masih ada maka akan ada gelombang selanjutnya.
“Abu sampai ke Mataram tadi malam pukul 22.00. Sebaran abu sudah merata di Mataram, Lombok Timur dan Lombok Barat. Kita bagikan masker hingga situasi aman,” katanya.
Ia mengaku sudah mensosialisasikan adanya abu vulkanik kepada masyarakat melalui pengeras suara dan membagikan masker. Itu diharapkan agar masyarakat jangan sampai menghisap debu dan masuk ke dalam tubuh. Menurutnya, bagi masyarakat yang memerlukan informasi bisa langsung datang ke kantor BPBD Provinsi NTB. Selain juga disiapkan posko kesehatan untuk antisipasi terjadinya korban.
“Info langsung bisa ke BPBD Provinsi NTB,” Katanya
Salah seorang Warga Kota Mataram, Yusril Arwan mengaku kaget saat melihat mobil miliknya sudah dipenuhi oleh debu yang berasal dari abu vulkanik Gunung Baru Jari. Dirinya mengatakan intensitas sebaran debu relatif cepat. Sebab, saat memegang handphone langsung terdapat debu abu vulkanik tersebut.
“Pagi, saat duduk diteras rumah sembari pegang handphone kok layarnya handphone banyak abu. Malah tidak percaya, lihat kaca mobil juga sama,” ungkapnya.
Berdasarkan Pos Pengamat Gunung Rinjani bahwa ketinggian erupsi mencapai 2500 meter dari gunung Baru Jari atau pusat letusan, amplitude meningkat dari 28 mm menjadi 33 mm. Arah angin dari timur menuju barat daya, erupsi tipis sudah masuk ke wilayah Banyuwangi. Hasil koordinasi dengan Kepala Dinas Perhubungan dan Komunikasi Informasi, BMKG, Air Navigation, dan Angkasa Pura I hari ini hingga pukul 14.00 WITA, bahwa kondisi aktifitas Bandara Internasional Lombok masih normal.
Akibat erupsi Gunung Baru Jari itu juga menyebabkan Bandara Ngurah Rai Bali dan Bandara Selaparang ditutup sementara sampai tanggal 5 November 2015 pukul 08.45 WITA. Rute penerbangan BIL-Ngurah Rai dan Salahuddin-Ngurah Rai ditutup. “Penerbangan dari BIL ke bandara lain, selain bandara Ngurah Rai berjalan normal dengan mengambil rute penerbangan menghindari sebaran debu,” sebutnya. Namun menurut pos pengamatan Gunung Rinjani menyebutkan bahwa Debu Vulkanis Erupsi Gunung Baru Jari itu jalur perhubungan laut tidak mengalami gangguan, untuk itu penumpang dengan tujuan penerbangan bandara Ngurah Rai melalui BIL yang dibatalkan, memilih menggunakan sarana perhubungan laut dari Senggigi dan Lembar.
Untuk mengantisipasi berbagai dampak dari semburan letusan Gunung Baru Jari berbagai pihak telah melakukan langkah antisipasi, diantaranya mengosongkan daerah kaldera dan sekitarnya radius 3 km dan saat ini diperluas hingga 10 km. Menyebarkan sebanyak 5000 buah masker.
Selain itu, Dinas Kesehatan Provinsi NTB dan Kabupaten, BPBD Provinsi NTB dan BPBD KLU telah juga telah melakukan koordinasi guna mengambil langkah-langkah penanganan dampak erupsi Gunung Baru Jari. Hingga berita ini diturunkan daerah yang terkena dampak debu tipis adalah KLU (kecamatan Bayan, Gangga, Tanjung, dan Pemenang). (Afif)

