Promosi kesehatan (Promkes) Dinas kesehatan Lombok Timur melakukan Pengutan model sekolah sehat. 20/08/2020.
LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id –Untuk mewujudkan gerakan sekolah sehat, aman, ramah anak dan menyenangkan diperlukan langkah-langkah yang tepat, terencana, terintegrasi, dan berkesinambungan. Langkah-langkah ini dibuat sebagai pedoman dalam mempermudah dan mempercepat terwujudnya sekolah yang ideal sebagaimana direncanakan.
Dinas Kesehatan Lombok Timur Melalui Bidang Promosi kesehatan (Promkes) melakukan penguatan model sekolah sehat yang di hadiri kepala sekolah yang ada di Lombok Timur dari semua jenjang pendidikan mulai dari SD, SMP dan SMA.
kepala seksi Promkes Lombok Timur Hj. Dian Susilawati,SST. M. Keb menuturkan
Sekolah Sehat adalah keadaan badan dan jiwa yang baik. Artinya, sesuatu dikatakan sehat jika secara lahiriah, batiniah, dan sosial berjalan secara normal dan baik, sehingga memungkinkan sesuatu dapat produktif, baik secara sosial maupun ekonomis. Adapun Model sekolah sehat ini salah satu bentuk dari kegiatan yang ada di Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) tetapi UKS nya itu lebih dikembangkan sehingga UKS yang berkembang di salah satu selolah itulah yang nanti akan menjadi model sekolah sehat.
“Karena adanya revitalisasi dari kegitan UKS yang ada di sekolah, Pelaksanaan kegiatan UKS tentunya dengan trias itu lebih maksimal lagi dilaksanakan sehingga pelaksanaan dari trias UKS itu menempatkan sekolah itu menjadi sekolah dengan strata ternama. ini yang bisa dijadikan selolah model sekolah sehat,” Papar Dian.
Dijelaskan Dian, untuk sasaran pelaksanaan model selolah sehat ini tidak hanya satu jenjang sekolah tapi semua jenjang sekolah yang menjadi sasaran UKS yang meliputi TK sampai SMA begitu juga dengan madrasahnya dari RA sampai MA.
Dian Menambahkan, untuk mereliasikan program ini tentunya bukan hanya pengawalan dari Dikes saja, karena ini merupakan komitmen bersama dari 4 kementrian yang berperan masing-masing untuk kegitan UKS ini untuk sama-sama saling bahu membahu dalam program UKS yang ada di Lombok Timur. “Jadi bukan hanya dari dinas kesehatan saja tetapi dari Kemendagri terutama di bagian kesra yang Ada di kabupaten. UKS ini adalah kesepakatan SK bersama kementrian Kesehatan, Pendidikan, agama dan Kemendagri,” Ujarnya.
Model Sekolah Sehat ini dimaksudkan untuk bersama-sama melaksanakan peningkatan belajar kesehatan pada anak didik di sekolah sehingga lebih berkualitas baik dalam prestasi belajar selain dari kesehatannya yang maksimal.
“Ini langkah awal untuk menambah model sekolah sehat yang sudah ada, karena baru hanya ada 4 SD, 1 SMP dan 1 MAN yang merupakan binaan dari provinsi. Oleh karena itu seiring dengan waktu kita harus berusaha menambah model sekolah yang lainnya lagi, sebagai bentuk kemajuan dalam melaksaakan UKS,”Kata Dian.
Lebih jauh Dian berharap, kepada pihak terkait, pemangku kebijakan agar regulasi dari UKS, terutama Perbup bisa lahir di situ. Kemudian dukungan terutama kendala dalam pelaksanaan terkait dengan pendanaan. Karena sudah jelas anggarannya itu dari Dana Bos dan APBD tetapi masih saja belum ada yang berani untuk menganggarkan untuk model sekolah sehat karena masih belum jelas aturan-aturan penggunaan terkait dana bos untuk UKS.
“Kalau dari APBD dan APBN yang dikeluarkan oleh Dinas kesehatan sudah jelas, kami banyak sekali telah merealisasikan dana anggaran tersebut, ” Imbuhnya.
Acara yang di gelar di Lesehan Sekar Asri dengan tema penguataan model sekolah sehat ini dihadiri kepala sekolah SD, SMP SMP yang merupakan sekolah yang berkomitmen untuk melaksanaan Program UKS sehingga bisa lebih cepat teraliasikan. (Cr-wenk).

