Waspada, Gafatar Sasar “Pulau Masjid”

Kepala Kesbangpoldagri NTB Drs. Lalu Bayu Windya M, M.Si,  bersama mitra dalam sebuah kegiatan
Kepala Kesbangpoldagri NTB Drs. Lalu Bayu Windya M, M.Si, bersama mitra dalam sebuah kegiatan

Mataram, Corong Rakyat- Keberadaan organisasi Gafatar semakin meresahkan sejumlah pihak. Tak terkecuali NTB yang dikenal dengan sebutan Pulau Seribu Masjid. Organisasi yang telah dinyatakan sesat oleh Kementerian Agama tersebut telah merekrut berbagai kalangan, terutama kalangan intelektual mulai dari mahasiswa hingga kalangan profesional. Kepala Kesbangpoldagri Provinsi NTB kepada sejumlah wartawan menyebutkan Organisasi Gafatar telah terendus keberadaannya di NTB sejak tahun 2012.

Menurut Drs. Lalu Bayu Windya M, M.Si,, Gafatar adalah sempalan dari organisasi bentukan Ahmad Musadeq yang telah dinyatakan sesat karena pengakuan hebohnya.

“Gafatar ini bentukan Ahmad Muasdeq yang mengaku sebagai nabi dan kini sedang menjalani hukuman Penjara,” sebut Bayu Nindya.

Keberadaan Gafatar di NTB, sebut Bayu, memang telah tercium sejak 2012, dimana pihak Kesbangpoldagri NTB pernah didatangi dua orang yang ingn mengurus SKT keberadaan organisasi tersebut.

“Ada dua orang pernah ke kantor kita. Ingin mengurus SKT Gafatar. Namun, kita tolak dengan berbagai alasan, diantaranya sejumlah masukan yang menyebut, organisasi tersebut sesat,” sebut Kepala Kesbangpoldagri NTB.

Dipaparan Bayu, berdasarkan pantauan pihaknya, bahwa organisasi Gafatar ini memang sulit terdeteksi karena pergerakan mereka sering berubah-ubah. Apalagi dalam tampilan awalnya lebih condong pada organisasi sosial.

“Mereka sering bermetamorfosa dalam berbagai bentuk. Bahkan memberikan bantuan kepada masyarakat dalam bentuk aksi sosial seperti donor darah maupun bantuan lainnya,” beber Bayu.

Untuk NTB sendiri organisasi tersebut secara kepengurusan telah terbentuk di Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Sumbawa Barat serta Kota Mataram. Di Lombok Barat sendiri sekertariatnya sudah ada yakni di salah satu perumahan di Kecamatan Gunung Sari.

“Kita masih terus mendeteksi keberadaan organisasi ini. Masyarakat juga kami himbau jangan cepat terpengaruh oleh ajakan yang terkesan menyimpang. Memang mereka dalam menyebarkan ideologinya sangat rapi. Bahkan sangat teratur sehingga sulit dideteksi,” ungkap pria yang juga pentolan Majlis Adat Sasak (MAS) ini.

Kepala Kesbangpoldagri juga menyebutkan bahwa fenomena Gafatar ini harus segera dihentikan, karena sangat membahayakan. Ideologi yang dianut selain sesat secara norma keagamaan namun misi besar yang di usung organisasi Gafatar dan sejenisnya juga membahayakan ideologi bangsa.

“Kita jangan sampai dipecah belah. Caranya kita perkuat semangat kebangsaan,” ajak Bayu

Sementara itu, Ketua Majlis Ulama Indonesia (MUI) NTB, Prof. Saiful Muslim meneyebutkan bahwa pihaknya juga telah mendapatkan laporan tentang hilangnya salah seorang mahasiswa Universitas Mataram (Unram). Diduga hilangnya mahasiswa tersebut karena mengikuti organisasi Gafatar.

“Ada mahasiswa Unram semester empat tiba-tiba menghilang. Diduga ikut Gafatar,” ujar Prof. Muslim usai bertemu Gubernur NTB menyikapi fenomena Gafatar, Rabu, (13/1). (Afif)