Wakil Ketua Bidang Partisipasi Pembangunan Daerah (BPPD) KNPI Lombok Timur menilai cerdas keputasan bupati dalam penetapan Sekertaris Daerah (Sekda) Lombok Timur yang baru.11/02.
LOMBOK TIMUR,Corongrakyat.co.id -Sejak beredarnya rekomendasi Gubernur NTB terkait penunjukan Drs. H. Muhammad Juaini Taofiq, M.Ap sebagai Sekda Lombok Timur menggantikan pejabat sebelumnya Drs. H. Rohman Farly, bola panas semakin bergulir kencang.
Menurut Wakil Ketua BPPD KNPI Lombok Timur, Andi Budiman, SH menuturkan, dinamika ini merupakan hal yang lumrah terjadi di setiap daerah. Pro dan kantra pasti akan terjadi dalam setiap pengambilan keputusan yang di lakukan oleh kepala daerah, terlebih dalam hal penunjukan posisi jenderal utama dalam birokrasi.
“Posisi H. Muhammad Juaini Taofik yang sama-sama lahir dan beralamat di Desa Rumbuk Kec. Sakra dengan Bbupati Lombok Timur saat ini. H. M. Sukiman azmy, tak ayal semakin mempertajam bumbu diskusi di kalangan elit dan sebagian masyarakat lotim,” Ujar tokoh muda yang akrab di sapa bang Belek itu.
Andi Budiman menambahkan, paradigma usang “ dari Rumbuk saja (DRS)”, kembali mencuat kepermukaan sebagai tema di setiap sudut-sudut ruang diskusi publik.
“Apakah idiom lama ini dapat di benarkan ataukah hanya alibi sesat untuk menghancurkan popularitas,” Tanya Andi pada awak media.
Lebih jauh Andi menerangkan, berbagai kajian dan telaahan objektif terhadap personal tentunya harus dilakaukan sebelum membenarkan paradigma yang sudah terbangun di atas.
Menurut Andi, 3 besar nominasi calon sekda memiliki kemampuan yang hampir sepadan : Dewanto hadi, kecerdasaan dia dengan metrode pemecahan masalah di setiap permasalahan dalam tugas tidak di ragukan lagi, dia adalah senior yang diakaui kemampuannya oleh rekan-rekan kerjanya dan kebetulan sama-sama berasal dari Magelang dengan istri Bupati.
H. Muhammad Juaini Taofik merupakan sosok birokrat muda enerjik yang telah mampu membuktikkan kualitas dan kapabilitasnya sehingga di akui oleh lawan ataupun kawan.
Lanjut Andi, Kedua tokoh birokrat Lombok Timur itu, kualitas dan kapabilitasnya sudah tidak di ragukan lagi, ini di buktikan dengan kepercayaan yang telah di berikan oleh pemimpin Daerah periode lalu dan saat ini untuk tetap memimpin OPD masing-masing.
Masih kata Andi, H. Mugni merupakan senior yang tidak kurang kualitas dan pengalaman, memiliki loyalitas yang tinggi pada pimpinan. Tingkat keilmuannya tidak di ragukan, terbukti dengan banyaknya karya-karya ilmiah yang sudah di lahirkan yang sering terlihat memenuhi kolom sebuah tabloit dan media cetak. dia adalah sahabat karib Bupati Lombok Timur, H. M. Sukiman Azmy dan keduanya sama-sama merupakan alumni HMI.
Menurut telisik Andi, ada satu hal yang seringkali luput dari pengamatan kita, kebutuhan mendasar pemerintahan Sukma (Sukiman-Rumaksi), yaitu penyambung dan penyeimbang komunikasi dan informasi antara Bupati dan Wakil Bupati.
“H. Sukiman yang pernah berkuasa sebelumnya tentu tidak ingin jatuh ke dalam lubang yang sama sehingga kekompakan kedua pimpinan daerah mutlak dibutuhkan,” Pungkas Andi.
Selain kualitas dan kapabilitas dimaksud, Lombok Timur saat ini sangat membuthkan sosok jendral pemimpin birokrasi yang mampu membangun komunikasi yang baik dan menyuguhkan informasi yang berimbang kepada kedua pemimpin Daerah agar terjadi harmonisasi hubungan sehingga dapat mengeluarkan kebijakan-kebijakkan yang fokus untuk kesejahteraan rakyat.
“dan satu point penting yang sangat krusial ini hanya ada dalam diri seorang H. Muhammad Juaini Taofik,” Tutur Andi.
Dari rangkaiaan kebutuhan Lombok Timur kekiniaan, Bupati Lombok Timur mengambil keputusan untuk menunjuk H. Muhammad Juaini Taofik sebagai Sekda Lombok Timur dengan semua konsekuensinya, mengabaikan hubungan persahabatan demi kepentingan yang lebih besar yakni baiknya admistrasi birokrasi dan rakyat Lombok Timur.
“Kami mengapresiasi langkah tepat dan cedas yang di ambil oleh Bupati Lombok Timur. H. Muhammad Juaini Taofik adalah sosok yang di butuhkan sebagai perekat harmonisasi Sukma yang kebetulan di takdirkan lahir dan berdomisili di Desa Rumbuk,” Tutup wakil ketua BPPD KNPI Lotim itu. (Cr-09).

