Wakil Gubernur NTB, Hj.Siti Rohmi Djalilah dalam sambutannya mensosialisasikan program zero waste dan mengajak masyarakat untuk melek tekhnologi. Dalam acara Konfrensi Daerah Persatuan Guru Nahdatul Wathan (PGNW), ahad, 24/11.
Lombok Timur, Corongrakyat.co.id– Guna mewujudkan program NTB bebas sampah (Zero Waste) Wagub NTB yang akrab di sapa Umi Rohmi, mengajak dan menghimbau PGNW menjadi pioneer kebersihan sekaligus menjadi contoh di masyarakat banyak.
Kita harus mulai dari sekarang, memulai dari diri sendiri dan lingkungan terkecil, yakni memilah sampah dari rumah tangga,” ujarnya.
Dalam sambutannya Suami dari H.Kahairul Rijal ini, menegaskan betapa pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan memilah sampah untuk diolah agar terhindar dari bencana dan penyakit.
Menurut Rohmi penyebab Sta
stunting dan berbagai penyakit yang di alami masyarakat, bukan hanya di sebabkan karna kekurangan gizi, namun 70 % di sebabkan oleh persoalan lingkungan yang tidak bersahabat.
“Maka dari itulah kebersihan sudah menjadi kebutuhan kita, bahkan kewajiban kita bersama yang harus kita wujudkan bersama di NTB,” Tambahnya.
Berlangsung di Ruangan Birul Walidain, Pancor acara konferda PGNW ini di dihadiri pula Pengurus Pusat dan Daerah PGNW, 120 peserta dari seluruh Kecamatan lotim.
Selain bersosialisai tentang program Zero Weste, Rohmi Djalilah berharap supaya PGNW juga melek tekhnologi
Di katakannya bahwa kedepannya kita tidak lagi memiliki banyak kesempatan karena industri digitalisasi sangat kuat dan cepat, “Endek te sekedar lekak-lekak, namun harus harus dengan proritas dan rancangan yg matang.
“Kedepannyakita tidak akan memakai travel lagi, kita tidak lagi memiliki motor dengan bahan bakar seperti sekarang ini, namun diganti oleh motor dengan bahan bakar listrik,” ungkapnya.
Rohmi menambahkan untuk menyongsong zaman itu adalah menyiapkan SDM yang mempuni dan berani bersaing, Sebagai contoh untuk kita ikuti yaitu para pendahulu kita , mereka punya etos kerja dan semangat di lengkapi dengan prinsip totalitas.
Kedepannya harus ada upaya yang lebih, agar hubungan guru dengan murid harus intim dan akrab.
“Sudah saatnya anak-anak di berikan berkreasi, bereksplorasi dan berekspresi sesuai dengan kompetensinya dan guru harus lebih aktif memberikan bimbingan,” Tutup Rohmi yang juga Rektor Universitas Hamzanwadi ini. (Cr-Awenk)

