Lombok Timur. CR – Penguatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), sebagai salah satu fokus pembagunan tahun 2019, dengan memperhatikan bidang kesehatan. Demikian dikatakan Wakil Bupati Kabupaten Lombok Timur (Kab. Lotim) H.Rumaksi SJ, SH saat meresmikan Puskesmas Suralaga. Acara peresmian berlangsung Kamis (10/01) bertempat di Puskesmas Suralaga Kecamatan Suralaga.
Turut hadir pada acara tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur, Kepala OPD terkait, Forkopimcam, Kepala Desa Serta Tokoh Agama dan Masyarakat Desa Suralaga.
Wabup Lotim H. Rumaksi SJ, SH mengatakan, Puskesmas ini menggenapi jumlah Puskesmas di Lotim, yang saat ini berjumlah 32 Puskesmas. Dengan jumlah penduduk saat ini, idealnya memiliki 40 Puskesmas.
Ditambahkan Rumaksi, di tahun 2019 ini, Pemerintah juga menganggarkan Rp. 10 milyar, untuk Puskesmas Keruak dan Rp. 5 milyar untuk Puskesmas Aikmel. Anggaran itu, guna penambahan sarana dan prasarana, sebagai persiapan peningkatan menjadi Rumah Sakit Tipe C.
Diungkapkan Rumaksi, Pemerintah Lotim tahun 2019, fokus memperhatikan penguatan bidang kesehatan. Hal ini dengan dialokasikanya anggaran kesehatan sebesar Rp. 183.459.253,00 atau 10.11 persen, dari total belanja daerah di luar gaji Pegawai. Belanja tidak langsung (BTL) pada dinas kesehatan dan SKPD Rp. 16.742.994.160. Belanja itu, berupa hibah untuk kesehatan.
Sementara Belanja langsung (BL) pada Dinas Kesehatan dan OPD terkait dengan kesehatan Rp. 166.746.259.340. Melihat jumlah tersebut, Lotim sudah memenuhi alokasi anggaran 10 persen lebih dari total belanja daerah di luar gaji. Hal itu, sesuai pasal 171 ayat (2) UU No. 36 tahun 2009 tentang kesehatan dan butir 7.4 pada lampiran perundangan RI 38 Tahun 2018 tentang pedoman penyusunan APBD tahun 2019. Belanja langsung ini dimaksudkan untuk peningkatan pelayanan kesehatan dan gizi masyarakat, guna pemenuhan standar minimal kebutuhan dasar warganegara.
“Kasus stunting juga mendapat perhatian. Berdasarkan Data Dinas kesehatan provinsi NTB pada 2017 lalu, Lombok Timur mencatat angka stunting 35,1. Sementara berdasarkan pendataan yang dilakukan dinas kesehatan jumlah anak di bawah dua tahun yang mengalami stunting mencapai 3.346 orang. Penyisiran kasus stunting juga masih dilakukan, sehingga kemungkinan jumlah tersebut mengalami penambahan. ungkapnya.
” Pemerintah mempercepat penurunan angka stunting ini. Komitmen ini salah satunya dengan mendorong Pemerintah desa sebagai ujung tombak untuk penurunan angka stunting di wilayahnya masing-masing. Pemkab akan memberangkatkan umroh 25 orang Kepala Desa yang berhasil menurunkan angka stunting secara drastis.
Tidak hanya stunting, Penurunan frekuensi kekurangan berat badan (under weight) pada anak balita, dan menurunnya Frekuensi wasting (kurus) anak balita, juga menjadi target kerja Pemerintah.
Disebutkan Rumaksi, Persoalan kesehatan tidak saja menyangkut status gizi dan fasilitas kesehatan. Tapi juga persoalan seperti pembiayaan. Mendukung program universal health coverage (jaminan Kesehatan Cakupan Semesta), Pemkab Lotim juga berupaya meningkatan jumlah penduduk yang menjadi peserta BPJS kesehatan, dan penduduk yang menjadi peserta penerima bantuan iuran (PBI), melalui jaminan kesehatan nasional (JKN) Kartu Indonesia Sehat (KIS).
Pemkab mengalokasikan Rp. 16 milyar lebih, melalui komponen Bansos fungsi kesehatan, bagi masarakat yang tidak diakomodir melalui APBN. Hal ini sebagaimana diamanatkan dalam butir V.4 lampiran Permendagri 38/2018.
Berbagai persoalan kesehatan, memang harus ditangani secara komprehensif dan terintegrasi. Sebab akar masalahnya, tidak hanya menyangkut persoalan asupan gizi dan pola makan, tapi ada pola asuh, ketersediaan dan akses pangan, air bersih, serta persoalan-persoalan lainnya.
Terakhir Rumaksi berharap dengan semakin bertambahnya jumlah Puskesmas, edukasi pentingnya kesehatan ini dapat semakin meningkat melalui upaya promotif dan preventif yang menjadi kekuatan Puskesmas.
Pada kesempatan itu, Wabup tekankan masyarakat Lotim, utuk dapat berpartisipasi, dalam pembangunan yang diwujudkan dalam bentuk pembayaran pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tepat waktu. Para pejabat di Lotim juga dimintanya pro aktif menjemput anggaran-anggaran yang ada di pemerintah pusat.
Sementara dalam laporanya, Ketua Panitia Penyelenggra L. Muhir, S.Ag menyampaikan, gambaran umum Kecamatan Suralaga dengan.Luas wilayah 27,2 km atau 2.700 H, dengan jumlah penduduk 75.000 jiwa, dengan kata gori penduduk padat. Sehingga, sangat rentan dengan masalah kesehatan, ibu melahirkan dan masih tingginya angka kematian bayi.
Daya jangkau pelayanan Puskesmas Suralaga 65 persen dari jumlah penduduk Suralaga, dengan jangkauan Pelayanan Kesehatan di 7 Desa yakni Desa Suralaga Anjani, Pagik Payung, Bagik Payung Selatan, Bagik Payung Timur dan Waringin.
Untuk memaksimalkan pelayanan kedepan, diharapkan adaya tambahan pelayanan keaehatan diwilayah Timur yang presentatif, sesuai agar Visi dan Misi pemeritah saat ini, sehingga dapat berjalan sesuai yang diharapkan masyarakat.
Acara peresmian ditandai dengan penguntingan pita oleh Wakil Bupati Lombok Timur didampingi Kepala Dinas Kesehatan dan disaksikan seluruh tamu undangan. (Humas)

