
Lombok Timur, CR – Badan Lingkungan Hidup dan Penelitian (BLHP) NTB telah mengeluarkan rekomendasi mengenai rencana penambangan pasir di wilayah Kabupaten Lombok Timur, Senin (21/3). Luas yang di berikan untuk penyedotan pasir diperkirakan sekitar 1.000 Hektar dan rencananya akan di kerjakan oleh PT.Dinamika Atria Jaya.
Hal ini menjadi sorotan bagi Himpunan Mahasiswa islam (HMI) cabang yang ada di wilayah lombok, pasalnya hasil rekomendasi yang di keluarkan oleh BLHP NTB tentang pengerukan pasir masih menuai kontra versi di masyarakat, karna sesuai dengan analisis bahwa ada beberapa catatan ketika akan dilakukan pengerukan pasir akan adanya kekeruhan air laut yang akan menyebabkan abrasi pada pantai, hal ini menyatakan Lombok Timur tidak layak untuk di keruk maupun di sedot.
Menurut Ketua Umum HMI Cab Selong Hendrawan Saputra, sesuai dengan hasil konfirmasi dan kesepakatan dari pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Selong, ketika ini akan tetap dilakukan, maka semua HMI cabang yang ada di wilayah Lombok akan melakukan aksi serentak untuk menolak penyedotan pasir tersebut, hal ini merupakan bentuk kepedulian pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang ada di wilayah Lombok saat ini, khususnya HMI Cabang Selong terhadap lingkungan maupun para nelayan yang ada di wilayah pesisir pantai, jika pengerukan pasir ini akan di biarkan akan berdampak kepada ekosistem laut maupun terhadap hasil tangkapan nelayan sendiri, ini akan membuat kerugian besar bagi para nelayan yang bergantung hidup dari hasil laut itu sendiri, ironis nya pemerintah saat ini tidak pernah pro terhadap rakyat kecil dan hanya mementingkan kepentingan perseorangan, terbukti dengan banyaknya hal yang dilakukan oleh pemerintah saat ini banyak merugikan rakyat kecil
”Maka kami dari pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Selong dan mewakili HMI yang ada diwilayah Lombok menolak dengan tegas pengerukan maupun penyedotan pasir yang ada diwilayah Lombok Timur,” ujar Ketua HMI Cab Selong Hendrawan Saputra.(HS)

