Hama wereng yang menyerang tanaman padi para petani di 11 kecamatan di Kabupaten Lombok Tengah Lombok Tengah tahun ini sudah terbilang sangat memprihatinkan. Hal ini terlihat dr banyaknya lahan pertanian yg terindikasi serta terjangkit oleh hama wereng disebagian besar desa penghasil padi di Kabupaten Lombok Tengah.

Lombok Tengah, CR- Musibah petani inilah yang menggugah hati beberapa LSM serta Konsorsium LSM di lombok Tengah ini melakukan hearing dikantor bupati, Kamis (24/03/2016) pada pukul 14.00 wita kemarin dan berlangsung di Aula wakil bupati.
Menurut pantauan CR pada saat hearing berlangsung, hearing ini dihadiri oleh wakil bupati L. Fathul Bahri S.IP, Kepala BKP3 Lalu Iskandar dan beberapa kabid dari dinas terkait, seperti dari Dinas PU, Dinas Sosial serta Dinas Pertanian dan Peternakan.
Hearing yang dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Lombok Tengah ini bersama perwakilan dari semua LSM dan konsorsium yang hadir memaparkan keluhan serta temuan mereka dibeberapa titik desa atau kecamatan yang sebagian besar terjangkit hama wereng. Seperti yang disampaikan oleh perwakilan dari Serikat Tani dan Nelayan (STN) Lombok Tengah bahwa sebagian besar padi di Kecamatan Praya Timur akan mengalami gagal panen akibat hama wereng ini, seperti di ketahui hama wereng mengisap cairan yang terkandung di daun dan biji padi, sehingga mengakibatkan perubahan warna menjadi putih berbubuk dan bisa menjalar dengan cepat ketika terjadi hujan.
“saya harap Pemda bisa memikirkan hal ini secepatnya, sehingga kemudian masyarakat bisa merasakan tindak lanjut dari respon atas musibah ini”,tambahnya.
Pentolan senior LSM Bustomi Taefuri, dengan adanya hama wereng ini membuat perekonomian masyarakat Lombok Tengah mengalami penurunan drastic, karna sebagian besar masyarakat Lombok Tengah berprofesi sebagai petani, oleh sebab itu mereka meminta Pemda untuk menyalurkan kembali beras miskin (Raskin) yang sempat tertunda 2 bulan terakhir ini, karna masyarakat sangat membutuhkan Raskin saat ini akibat dari hama wereng di Lombok Tengah. Kemudian mereka juga meminta kepada Pemda untuk memberikan stimulan kepada petani serta mengupayakan subsidi benih agar bisa menanam kembali, jika dari Dinas PU melalui Kabid Pengairan bisa mengupayakan penyuplaian sumber air bagi mereka.
“Kami harap pihak pemerintah bisa mengupayakan hal-hal atau poin-poin yang menjadi tuntutan kami dalam hearing ini dan jika beberapa tuntutan ini tidak bisa dilaksanakan maka disinilah perlunya koordinasi,”tandasnya.
Menanggapi beberapa persoalan yang terjadi dalam kehidupan petani padi didaerah ini terutama dampak dari hama wereng, Wakil Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri menyampaikan bahwa pihak Pemda akan mengupayakan semua tuntutan dari para petani ini sebisa mungkin, karna melihat ketersediaan anggaran serta persediaan stok beras yang selama ini masih minim.
“Seperti kita ketahui luas tanam di Lombok Tengah ini kurang lebih 546.106 Hektar dan sampai saat ini belum kita bisa simpulkan data berapa luas lahan tanam yang terkena hama wereng, berapa hektar yang dikategorikan ringan, sedang, berat dan busuk. Dan itulah maksudnya seperti apa yang dikatakan saudara Bustomi tadi,” ujarnya
Mengenai langkah selanjutnya apakah Pemda nanti akan memberikan stimulan pada kategori sedang dan beras pada kategori berat atau bantuan benih kepada mereka, itukan tergantung situasi, koordinasi dan pendataan berapa hektar dan berapa masyarakat yang mengalami gagal panen akibat hama wereng ini, terkait beras miskin (raskin) yang akan disalurkan Pemda Loteng kepada saudara-saudara kita ini tergantung stok yang ada, karna realisasi raskin ini hanya bisa disalurkan lagi pada bulan april, namun wabub berjanji mengenai stok beras pada bulan ini ada sekitar kurang lebih 5 ton .
“Kendati harus melalui usulan bupati Loteng ke Gubernur NTB baru bisa direalisasikan atau disalurkan,”ujar mantan Senator Udayana ini.
Dalam kesempatan itu juga, Pathul meminta semua jajaran SKPD terkait untuk saling berpangku tangan dan tanggap dalam menyikapi sebuah persoalan yang muncul ditengah-tengah masyarakat seperti halnya hama wereng dan melakukan pencegahan dini, agar kejadian serupa tidak terjadi di tahun berikutnya.
Sebelum agenda hearing tersebut ditutup Ketua LSM suaka Lalu Tajir Sahroni mengutarakan beberapa poin penting mengenai kelanjutan serta proses pendataan lahan terhadap masyarakat penerima bantuan tersebut. Menurut mantan Kepala Desa Ketare tersebut jangan sampai bantuan yang akan diberikan oleh pemerintah daerah ini nantinya menjadi proyek menguntungkan bagi mereka yang berwenang untuk mendata serta menyalurkan bantuan tersebut.
“Jangan sampai kita bahagia di tangan saudara kita yang lagi tertimpa musibah, karna kadang-kadang pengadaan bantuan itu salah digunakan dan diselewengkan, seperti contoh pendataannya 50 hektar tapi penyalurannya 25 Hektar,” tambah ayah dari 2 anak ini. (Tar)

