Bantuan Sosial (Bansos) disalurkan sejak awal tahun. Sebagian besar merupakan program bantuan rutin seperti Bantuan Pangan Non Tunai BPNT dan PK. Untuk tahun ini ada penambahan bansos karena pandemi Covid-19.
MATARAM, Corongeakyat.co.id -Bantuan Sosial (Bansos) Kementrian Sosial ke NTB cukup fantastis. Total nilai bansos yang diterima warga NTB mencapai Rp. 3,4 Triliun lebih sepanjang tahun 2020. “Bantuan ini untuk penanganan dampak Covid-19” kata kepala Dinas Sosial NTB H. Ahsanul Khalik.
“Bantuan-bantuan itu disalurkan sejak awal tahun. Sebagian besar merupakan program bantuan rutin seperti Bantuan Pangan Non Tunai BPNT dan PK. Namun tahun ini ada penambahan bansos karena pandemic Covid-19 “Sebagaian besar sudah disalurkan” katanya.
Khalik menambahakan, Bantuan-bantuan yang masih disalurkan saat ini PKH, BST, BPNT, Bansos Beras tambahan untuk KPM PKH dan Bansos tunai Rp. 500 ribu. Tambahan untuk penerima BPNT diluar KPM PKH.
Bantuan-bantuan itu menurutnya menahan laju keterpurukan akibat pandemi. Kalau dalam situasi normal, barangkali akan sangat kuat pengaruhnya terhadap penurunan angka kemiskinan, yang bahkan selama beberapa tahun belakangan ini selalu turun, kita tahu pada tahun 2008 angka kemiskinan NTB masih mencapai 1.080.610 jiwa atau 23, 81 % dan turun sampai angka 786.580 atau menjadi 16,02 % pada tahun 2016, dan pada tahun 2019 tercatat sebesar 705.680 atau 13,88 persen, penurunan angka kemiskinan NTB sebesar 0,68 persen, bahkan Capaian ini menempatkan NTB sebagai provinsi dengan laju penurunan kemiskinan tercepat kedua di Indonesia setelah Papua.
“Namun naik pada Maret 2020 menjadi 713.890 orang, bertambah 8.210 orang dibandingkan September 2019 atau menjadi 13,97%. Kenaikan ini lebih karena dampak covied-19 dan pada saat itu Bansos belum didistribuskan kepada masyarakat,” Imbuhnya.
Masih kata Khalik, penurunan angka kemiskian pada tahun tahun sebelumnya di NTB tersebut adalah salah satunya karena bantuan sosial yang diberikan baik oleh pemerintah Pusat maupun daerah. Terkait dengan situasi covid-19 saat ini, semua memprediksi bahwa akan terjadi kenaikan angka kemiskinan secara nasional bahkan dunia, dan BPS serta para ahli pun mengatakan bahwa NTB juga akan mengalami hal yang sama. Akan tetapi melihat banyak nya bantuan sosial yang masuk ke NTB dan juga diberikan oleh Pemerintah Provinsi ataulun Kabupaten/kota tentu kita berharap bantuan sosial ini akan memiliki kemampuan untuk menekan kenaikan yang terlalu melonjak di NTB.
“Terlebih pertumbuhan ekonomi NTB pada triwulan kedua juga masih cukup bagus Pertumbuhan ekonomi karena masih tumbuh 0,52 persen dengan memasukkan kategori tambang bahkan pertumbuhan ini disebut jauh lebih baik dari yang diperkirakan.” Lanjutnya.
Hasil olahan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB, secara nasional pada triwulan II tahun 2020 ini ekonomi nasional tumbuh -4,19%. Sementara pertumbuhan ekonomi NTB tanpa memasukkan kategori tambang tumbuh menjadi 0,51%.
Dengan dua hal ini dirinya berharap akan menekan laju kenaikan angka kemiskinan, dan bahkan tentu harapan kita semua bisa menurun, tapi tentu ini adalah harapan yang semoga bisa terwujud karena pada situasi pandemi covied-19 ini juga semua melihat dengan sangat terbuka berdampak pada berbagai sektor, salah satu nya adalah banyak nya muncul pengangguran baru akibat PHK.
“Tapi harapan kita itu tentu berdasar karena kebutuhan dasar masyarakat miskin kita dengan bansos yang ada saat ini sangat terpenuhi, dan bahkan pada beberapa Bansos baik yang PKH maupun BPNT ada yang merasa sudah mampu lalu graduasi secara mandiri, semoga itu pertanda baik. Kalau naik semoga juga tidak naik terlalu tinggi. Tutup Khalik.(red).
Press Release
Humas Dinsos NTB

