Sekretaris DPP HKTI NTB: Program KUR di Lotim Berjalan Baik, Bahkan akan Diadopsi Kementan RI

Di sela penandatanganan kerjasama antara DPP HKTI NTB dan PT. Karya Hoqi, Sekretaris DPP HKTI NTB, Iwan Setiawan memberikan informasi terbaru tentang program Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi peternak sapi di Lotim. Program tersebut berjalan baik, dan akan diadopsi oleh Kementerian Pertanian RI.

LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id- Sekretaris DPP HKTI NTB,Iwan Setiawan mengatakan jika Wakil Bupati (Wabup) Lombok Timur (Lotim) H. Rumaksi, SJ. S.H pada (21/10/2020) telah mengeluarkan 2 Surat Keputusan (SK) terkait dengan pencairan dana asuransi dan jaminan bunga bank bagi para penerima KUR, bahkan anggaran daerah yang telah ditetapkan sejumlah Rp. 2 M.

“Per hari ini sudah 2 kali keluar SK. Jadi Pak Rumaksi sebagai Wakil Bupati dan Ketua DPP HKTI NTB telah menetapkan 2 M untuk asuransi ternak dan jaminan bunga Bank, bagi peternak penerima KUR” katanya (21/10/2020).

Dirinya juga menerangkan, sampai hari ini dana KUR tersebut telah menyentuh 500 peternak dan ditargetkan 2.333 ekor sapi tersalurkan sampai akhir tahun anggaran.

“Sampai hari ini sudah hampir 500 peternak. Jadi tahun ini sampai Desember kemungkinan 2.333 ekor yang tersalurkan karena mepetnya waktu,” paparnya.

Dalam pencairan dana KUR oleh pihak perbankan, terang Iwan berjalan lancar, terutama dari BNI, sementara BRI tengah berjalan dan tegasnya HKTI menyerahkan sepenuhnya kepada pihak perbankan terkait hal itu.

“Alhamdulilah berdasarkan laporan hari ini yang paling gesit penyalurannya untuk KUR ini Bank BNI, dan BRI sedang berjalan, jadi kami HKTI sepenuhnya menyerahkan kepada perbankan,” tegasnya.

Dirinya dalam kesempatan itu juga membantah jika program ini stagnan. Bahkan program tegasnya mendapatkan apresiasi dari OJK dan BPK dan akan diadopsi juga oleh Kementerian Pertanian RI.

“Program ini berjalan lancar dan mendapat apresiasi dari OJK, dan BPK kemarin, karena program yang dibuat oleh Pak Wabup adalah satu-satunya di Indonesia dan akan diadopsi juga oleh Kementerian Pertanian,” katanya.

Terakhir Iwan mengungkapkan jika program KUR adalah salah satu dari program HKTI NTB untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Inilah salah satu (KUR) dari dua program kami dari HKTI NTB kepada masyarakat. Mungkin program ini dianggap gila, tapi kami tanpa beban. Tidak ada beban dan tidak ada biaya yang kami pungut dari masyarakat,” tutupnya. (Cr-Pin)