Sejumlah Ponpes akan Dibuka, ini Langkah Kemenag Lotim

Kementerian Agama (Kemenag) Lombok Timur akan memanggil sejumlah Pimpinan-pimpinan Pondok Pesanten yang ada di kabupaten Lombok Timur sekaligus memberikan bimbingan penerapan Protokol kesehatan di Ponpes.

LOMBOK Timur, Corongrakyat.co.id -Terkait permintaan Bupati Lombok Timur untuk membuka sejumlah Pondok Pesantren (Ponpes) Jelang berakhirnya tahun ajaran 2019/2020. Kementriaan Agama (Kemenag) Lombok Timur menyiapkan beberapa langkah.

Kepala Kantor Kementerian Agama Lombok Timur H. Azharudin  menyatakan sedianya masa belajar di rumah untuk santri di seluruh Indonesia berahkir 15 Juni lalu. Akan tetapi merujuk instruksi Pemprov NTB tentang Libur Sekolah bagi santri, masa belajar dari rumah kembali diperpanjang sampai dengan 20 Juni.

“Perpanjangan masa belajar dari rumah ini dilanjutkan libur umum mulai 22 juni dan akan berakhir pada hingga 13 Juli mendatang,” Ujarnya. 17/06.

H.  Azharuddin menambahkan,  Adapun terkait permintaan Bupati Lombok Timur untuk membuka sejumlah Ponpes, pihaknya akan memanggil sejumlah Pimpinan-pimpinan Pondok Pesanten yang ada di kabupaten Lombok Timur untuk menindaklanjuti intruksi dari Bupati Lombok Timur.

“Kami sudah rapat di pendopo terkait masalah itu dan besok hari kamis, kami akan panggil pimpinan-pimpinan pondok di pendopo juga terkait dengan masalah pembukaan Ponpes ini,” Tambahnya.

Masih Kata H.Azharudin, pada hari Kamis itu juga akan ditentukan kapan pondok mulai di buka, Sembari memberikan pembinaan kepada pimpinan pondok tentang protokol kesehatan.

“Sesuai dengan permintaan Bupati, kami akan menyiapkan data untuk beberapa Ponpes yang dinilai siap untuk menjalankan aktivitas belajar mengajar dengan tetap muka,” Pungkasnya.

Dirinya juga menegaskan akan bekerjasama dengan Gugus Tugas Percepatan Penangan Covid-19 kabupaten Lombok Timur nantinya akan menyiapkan berbagai fasilitas dan dukungan untuk berjalannya proses belajar mengajar di Ponpes. Mulai dari proses disinfeksi ruang kelas dan sekolah serta penyediaan masker.

“Bupati juga memastikan jika nantinya ada santri yang terpapar Pemerintah Daerah selaku pengambil kebijakan akan tetap melakukan tidak lanjut penanganan sebagaimana mestinya,” Ungkapnya.

Lebih jauh H.  Azharudin berharap Kepada seluruh ponpes yang dibuka nantinya, supaya tetap menjaga dan melaksanakan protokol kesehatan dengan mencuci tangan ,memakai masker ,cek suhu tubuh dan menjaga jarak agar terhindar dari virus covid-19. (Cr-Wenk).