SDN 4 Pandan Wangi dalam Kondisi Darurat, PC PMII Lombok Timur Desak Pemda Bertindak Cepat

Lombok Timur — Pimpinan Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Lombok Timur menegaskan bahwa kondisi SDN 4 Pandan Wangi saat ini berada dalam status darurat dan membutuhkan penanganan segera dari Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Timur.

Ikhwan, perwakilan PC PMII Lombok Timur, menyampaikan bahwa pada pagi hari ini atap salah satu bangunan ruang kelas di SDN 4 Pandan Wangi roboh akibat diterpa angin kencang,(07,02).

 

Akibat kejadian tersebut, ruang kelas mengalami kerusakan parah dan tidak lagi layak digunakan untuk proses belajar mengajar. Kondisi sekolah bahkan tampak seperti bangunan tidak berpenghuni.

“Ini adalah ancaman nyata terhadap keselamatan siswa-siswi dan tenaga pendidik. Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Timur tidak boleh lamban, apalagi abai. Setiap keterlambatan penanganan sama saja dengan membiarkan anak-anak belajar dalam situasi berbahaya,” tegas Ikhwan.

PC PMII Lombok Timur menilai bahwa peristiwa ini tidak bisa semata-mata dipandang sebagai musibah alam, melainkan menjadi alarm keras atas lemahnya perhatian pemerintah terhadap kelayakan dan keamanan infrastruktur pendidikan.

 

SDN 4 Pandan Wangi diketahui menampung siswa-siswi dari tiga dusun, yakni Dusun Paek, Dusun Sejawe, dan Dusun Pengansing.

 

Artinya, ratusan anak terancam kehilangan hak dasarnya untuk memperoleh pendidikan yang aman, layak, dan bermartabat.

 

Atas dasar tersebut, PC PMII Lombok Timur secara tegas mendesak dan menuntut Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Timur, khususnya Dinas Pendidikan, untuk:

Segera turun ke lokasi guna melakukan peninjauan langsung terhadap kondisi sekolah.

Melakukan perbaikan darurat secepatnya tanpa terhambat proses birokrasi yang berlarut-larut.

Menjamin keberlangsungan proses belajar mengajar dengan menyediakan ruang belajar sementara yang aman dan layak bagi siswa-siswi.

Menyampaikan secara terbuka kepada masyarakat terkait jadwal serta kepastian pelaksanaan perbaikan bangunan sekolah.

PC PMII Lombok Timur menegaskan bahwa pendidikan tidak boleh menunggu dan keselamatan anak-anak tidak boleh dikorbankan akibat kelambanan pemerintah.

“Apabila dalam waktu dekat tidak terdapat langkah nyata dan konkret dari Pemerintah Daerah, maka PC PMII Lombok Timur menyatakan siap mengambil sikap lanjutan sebagai bentuk pembelaan terhadap hak pendidikan anak-anak di Kecamatan Jerowaru,” tutup Ikhwan.|| Ri CR