SELONG, Sarana dan Prasarana (Sarpras) Pendukung Destinasi Wisata desa, Desa Kembang Kuning Kecamatan Sikur Lombok Timur, bantuan Kementerian Desa PDT dan Trasimigrasi, diresmikan. Sarpras yang diresmikan yakni Homestay, Toilet, Jalan lokal dan Penerangan Jalan Umum (PJU).
Peresmiannya, dilakukan Sekretaris Jendral Kementerian Desa PDT dan Transimigrasi RI, Anwar Sanusi, didampingi Bupati Lombok Timur, H.M.Sukiman Azmy dan Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Wisata RI. Dadang Rizki Ratman, Sabtu ( 29/12 ) bertempat dihalaman Kantor Desa Kembang Kuning.
Turut hadir pada acara tersebut Forkopimda Lombok Timur, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat, Kepala Desa se Kecamatan Sikur, Tokoh Agama dan Masyarakat Desa Kembang Kuning.
Bupati Lotim HM Sukiman Azmy, usai menyampaikan kata penerimaannya menjelaskan, kondisi di Kabupaten Lotim, alhmdulillah pelan tapi pasti menuju arah kondusif. Setelah terkena bencana gempa bumi beberapa waktu lalu, dimana dari 21 Kecamatan, yang terkena dampak langsung bencana 18 Kecamatan dan yang terparah 5 Kecamatan.
“Alam Lombok Timur, layak untuk dikembangkan. Ada 3 potensi yang akan dikembangkan sesuai potensi Daerah yaitu Pertanian, Kelautan Perikanan dan Pariwisata,”jelasnya.
Khusus tentang pariwisata lanjut Sukiman, Lotim memiliki sarana Sumber Daya Alam yang cukup lengkap. Khususnya, Desa Kembang Kuning yang satu ikatan dengan desa-desa disekelilingnya, yang merupakan destinasi wisata unggulan yang cukup baik, dan Insya Allah akan menjadi potensi yang bisa diandalkan jika dikembangkan dengan sebaik-baiknya.
Desa Kembang Kuning pada tahun 2018, telah mendapatkan penghargaan Pengelolaan Keuangan Desa terbaik di Provinsi NTB. Alhmdulillah penghargaan ini dapat memicu, menjadi penyemangat bagi Kepala Desa yang lainnya, harap Sukiman.
“Peresmian pembangunan Sarpras pendukung destinasi wisata Desa Kembang Kuning, merupakan momentum bagi Daerah ini, untuk lebih bergairah, lebih membina lagi, lebih melaksanakan pembangunan disektor pariwisata, mengikuti sektor pertanian, Kelautan perikanan yang sudah lama dicanangkan, harapnya.
Sementara itu Sekjend Kementerian Desa PDT dan Transimigrasi RI, Anwar Sanusi, dalam arahannya menyampaikan, hadirnya Dana Desa sebagaimana amanah Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa merupakan sepirit bagi desa untuk tumbuh dan berkembang, menjadi Desa Mandiri yang tetap berpegang pada jati diri dan budayanya. Desa dapat membangun wilayah dan masyarakat dengan kondisi, potensi dan kebutuhan masyarakatnya.
Dikatakannya, Indonesia sebagai negara kaya dengan beraneka ragam daya tarik wisata. Baik alam, budaya dan lainnya, yang merupakan modal dasar sebagai investasi di bidang industri pariwisata. Sehingga, mampu mendorong iklim perekonomian yang lebih baik, dalam rangka mewujudkan amanah Undang-undang.
Dijelaskan Dirjen Kementerian Desa PDT, penurunan angka kemiskinan, tidak terlepas dari komitmen pemerintah dalam mewujudkan pemerataan ekonomi di Desa, melalui peningkatan Dana Desa sejak tahun 2015, hingga tahun 2018. Total alokasinya DD, sudah mencapai Rp. 187.65 Triliun, yang progres penyerapannya terus meningkat dari tahun ketahun.
“Selama 4 tahun pelaksanaan program DD, telah banyak capaian kinerja yang dihasilkan dengan pemanfaatan DD, untuk meningkatkan kemakmuran masyarakat di Desa,”tegasnya.
Pemerintah sedang mengembangkan 10 Destinasi pariwisata prioritas, hasil identifikasi Kementerian pariwisata. Sedikitnya, terdapat 7.500 Desa dengan kegiatan wisata. Target sampai dengan tahun 2019, untuk mendukung inflementasi 2.000 ke 2.600 Desa wisata. Potensi pariwisata di Desa, sebagai salah satu potensi produk unggulan desa, yang perlu dikelola secara profesiona, untuk lebih memberikan kontribusi secara nyata, dalam mempercepat perkembangan kemandirian Desa.
Sekjen Kemendes PDT dan Transimigrasi RI berharap, stimulan APBN dari Kementerian Desa PDT dan Transmigrasi RI, yang telah diberikan pada tahun 2018, untuk membangun berbagai sarana dan Prasarana pendukung ( Homestay, jalan lokal, toilet ), dan bantuan Penguatan BUMDes benar-benar dimanfaatkan untuk mendukung percepatan pembangunan Desa Wisata Kembang Kuning.
Selanjutnya, untuk meningkatkan perkembangan kelanjutan Desa Wisata ada beberapa hal diperhatikan dan menjadi persyaratan yakni 3A, A yang pertama ” Atraksi, yang merupakan produk utama potensi wisata, A yang ke dua Aksebilitas sarana infrastruktur dan A yang ke tiga Amnitas merupakan fasilitas pendukung ” benar-benar dapat dipelihara dan dikelola secara propesional, ungkapnya.
Dukungan Pemerintah beserta seluruh OPD terkait dalam rangka pembinaan untuk mendorong partisipasi masyarakat dan pemberdayaan masyarakat sehingga Desa Kembang Kuning akan lebih maju lagi, dalam mengembangkan Desa Wisata begitu pula dengan desa-desa lain di Kabupaten Lombok Timur serta dapat mensejahterakan masyarakat Lombok Timur, harapnya.
Acara dilanjutkan dengan peninjauan lokasi peresmian Homestay, Toilet, Jalan lokal dan PJU. Peresmian ditandai dengan penanda tanganan prasasti serta penguntingan Pita, sebagai tanda diresmikannya sarana prasarana pendukung Destinasi wisata Desa Kembang Kuning oleh Sekretaris Jendral Kementerian Desa PDT dan Transimigrasi RI, serta Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Wisata RI didampingi Bupati Lombok Timur dan dilanjutkan dengan kunjungan ke stand Bumdes ( Humas dan Protokol )


