PUPR Tuntaskan Infrastruktur Irigasi Secara Bertahap

Kabid Pengairan Sosiswan Putraji Pada Dinas PUPR Lotim

Corongrakyat.co.id – Infrastruktur irigasi merupakan satu hal yang sangat penting bagi hidup dan kehidupan manusia, terlebih di Kabupaten Lombok Timur yang merupakan salah satu Kabupaten penyandang lumbung padi Nasional. Demikian diungkapkan Kabid Pengairan pada Dinas PUPR Sosiawan Putraji, melalui rilis yang diterima jurnalis Corong Rakyat.

Berdasarkan PerMen PUPR No.14/PRT/M/2015 luas areal irigasi pertanian Lotim seluas 25.334 Hektar yang ditanami dengan berbagai komoditas andalan seperti padi, Tembakau serta tanaman palawija lainnya yang Itensitas Penanamannya (IP) mencapai angka 290,556 persen dari angka normal 300 persen dalam satu Tahun musim tanam.

Dari persentase IP tersebut. Kabupaten Lombok Timur, selalu dikategorikan sebagai Daerah dengan swasembada pangan, yang tentu kesemuannya itu karena dukungan infrastruktur irigasi yang baik dan optimal serta pengaturan jadwal gilir air yang efektif dan efesien.

Adapun sistem dan jenis irigasi di Kabupaten Lombok Timur merupakan sistem dan jenis Irigasi air tanah dan Air permukaan yang tersebar diseluruh Kab.Lotim, dengan jumlah Daerah Irigasi (DI) sebanyak 107 Daerah Irigasi yang kewenangan pengelolaannya dilakukan oleh pemerintah Kab. Lotim.

Dalam hal penanganan jaringan irigasi tersier serta daerah irigasi yang merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi dan Kewenangan Pemerintah Pusat, selalu diadakan koordinasi dengan BWS Nusa Tenggara I.

Koordinasi lintas sektoral tersebut bertujuan untuk mengadakan kerja sama upaya pemeliharaan jaringan irigasi baik saluran primer, sekunder dan saluran tersier serta bangunan pelengkap lainnya.

Dari data iventaris saluran yang ada, panjang saluran Primer 212.008 meter dengan kategori baik sepanjang 97.776 meter, sementara masuk dalam kategori rusak ringan 35.759 meter, rusak berat 32.749 meter, rusak total 45.724 meter.

Panjang saluran skunder 323.229 meter dengan kategori baik 136.035 meter, rusak ringan 47.161 meter, rusak berat 56.982 meter, rusak total 83.051 meter. Sedangkan untuk saluran tersier panjang 595.110 meter dengan kategori baik 144.431 meter, rusak ringan 58.124 meter, rusak berat 188.995 meter, rusak total 233.600 meter.

Dari kondisi jaringan irigasi tersebut, apabila dipersentasekan maka persentase kerusakan : Saluran primer 53,88 persen, saluran skunder 57,92 persen dan saluran tersier 75,73 persen.

Untuk dapat meminimalisir kerusakan – kerusakan tersebut adapun program Bidang Pengairan Tahun 2018 dan tahun 2019, telah mengalokasikan anggaran dari berbagai sumber diantaranya : Dana DAK 2018 dialokasikan untuk Rehabilitasi 16 Daerah Irigasi dan peningkatan jaringan irigasi di 17 Daerah Irigasi. Begitu juga anggaran dari APBD Kabupaten Lombok Timur Tahun 2018 tersebar hampir disemua daerah irigasi. Selanjutnya untuk Dana DAK Tahun 2019 dialokasikan untuk rehabilitasi 25 Daerah Irigasi dan pembangunan 4 Daerah Irigasi. Begitupun dengan APBD Kab.Lotim Tahun 2019 tersebar hampir disemua Daerah Irigasi.

Semuanya bertujuan untuk dapat meningkatkan indeks kinerja sistem irigasi sehingga IKSI dimaksud meningkat menjadi 60,43 persen dari angka 25,50 persen ditahun 2017.

Secara umum pada tahun 2019 pengalokasian anggaran Bidang Pengairan sebagai berikut : Dana DAK dan APBD dialokasikan diwilayah Kecamatan Sakra, Sakra Timur, Wanasaba, Aikmel, Lenek, Terara, Sikur, Montong Gading, Selong, Masbagik, Jerowaru, Sakra Barat, Suralaga, Sukamulia, Sembalun, Sambalia, dan Masbagik.

Sementara Dana Hibah dari Program IPDMIP selama kurun waktu 5 Tahun dengan rincian : Daerah Irigasi Penendem dengan luas Areal 837 Hektar, DI Temusik 648 Hektar, DI Larung 532 Hektar, DI Ijo Balit 719 Hektar, DI Pengadangan 704 Hektar, DI Lokak Bau 682 Hektar, DI Jogok 594 Hektar, DI Peringgasela 533 Hektar, DI Borok Lelet 575 Hektar, total keseluruhan mencapai 5824 Hektar

Dalam upaya mempercepat penanganan peningkatan indek kinerja jaringan irigasi, Bidang pengairan Dinas PUPR Kab.Lotim menuangkan program sebagai berikut :

Upaya penanggulangan krisis air untuk pertanian dituangkan dalam bentuk pengalihan pengaliran air dari Das basah Kali Gading, Kali Bendung, Kali Maronggek, Kali Bangka, Kali Tojang menuju Das kering Kali Kermit dan kali Moyot berupa pembangunan – pembangunan saluran suplisi, pengerukan sedimentasi serta rehabilitasi jaringan irigasi dan jaringan irigasi yang sudah jadi.

Program peningkatan atau rehabilitasi di Kab.Lotim dalam Dua Tahun terakhir ini teralokasi dana DAK mengalami peningkatan yang cukup signifikan yaitu dari 12,5 Milyar Rupiah menjadi 49,1 Milyar Rupiah pada Tahun 2019. Sehingga sejak Dua Tahun terakhir ini telah dilakukan peningkatan atau rehabilitasi untuk membantu mengatasi permasalahan infrastruktur irigasi diwilayah Kab.Lotim terutama Wilayah Kecamatan Sakra dan Sakra Timur. “pada wilayah ini telah dilakukan peningkatan atau rehabilitasi diberbagai Daerah Irigasi baik itu DI Kondak, DI Montong Tago, DI Burung, DI Jowet, DI Surabaya dan Suplisi DI Pungkang dari Saddle Dam 6 Bendungan Pandan Duri”. (Ari)