Puluhan Masyarakat Pringgabaya Gedor Kantor Desa

demo
Aksi Demo di Pringgabaya

LOMBOK TIMUR, Corong Rakyat- Puluhan masyarakat desa Pringgabaya Kecamatan Pringgabaya yang  mengatasnamakan dirinya Aliansi Pemuda Bersatu, Kamis (18/08) menggelar aksi demonstrasi dengan mengepung Kantor Desa setempat. Massa aksi itu menuntut komitmen pemerintah baik itu Pemerintah Desa maupun Kecamatan terkait lapangan sepak bola yang digunakan untuk pembangunan pasar umum Pringgabaya.

Koordinator lapangan (Korlap) Aliansi Pemuda Bersatu, Hokmi, dalam orasinya menuding bahwa pemerintah saat ini lebih berpihak kepada kaum bermodal, hal itu dibuktikan dengan digunakanya aset desa yakni lapangan sepak bola untuk pembangunan pasar.

“Mana komitmen pemerintah yang katanya akan mengganti lapangan dulu sebelum membuat pasar tapi pada kenyataanya saat ini pasar sudah dibangun sementara lapangan belum ada,” ungkap Hokmi ketika melakukan orasi di depan kantor Desa Pringgabaya.

Hokmi juga menambahkan, bahwa solusi yang diberikan pemerintah desa saat ini tidak sesuai dengan harapan masyarakat dan mengancam akan menutup paksa pembangunan pasar tersebut jika belum ada lapangan pengganti karna lapangan tersebut dikatakan sebagai aset desa yang mengurangi angka kriminalitas yang ada di wilayah Desa Pringgabaya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Desa Pringgabaya, Lalu Sapri selaku mengucapkan apresiasi atas perjuangan yang dilakukan pemuda desa setempat.

Dalam kesempatan itu Lalu Sapri menegaskan, bahwa penggunaan lapangan tersebut sudah melalui musyawarah dengan semua element masyarakat termasuk tim Sembilan yang menjadi masa aksi sementara pembangunan pasar itu sendiri merupakan program dari pemerintah daerah langsung.

“Terimakasih atas perjuangan adik-adik semua, niatan kita sama karena saya pun masih mempertanyakan kejelasan dari ganti lapangan tersebut dan dengan perjuangan adik-adik pemuda semua maka ada dasar untuk kami tetap mengkawal dan semoga secepatnya lapangan pengganti bisa jadi kenyataan,”  ungkap Lalu Sapri dihadapan massa aksi.

Sementara itu, Camat Pringgabaya, Muhammad Anwar, S.Sos mengungkapkan, bahwa ganti lapangan yang dibuat pasar tersebut sudah ada lahan seluas dua hektar dengan jumlah dana 3,5 miliar rupiah, namun karna keterlambatan untuk mempersiapkan lahan sehingga pencairan dana tersebut baru bisa direalisasikan pada tahun 2017 mendatang.

“Untuk ganti lapangan itu sebenarya sudah ada yang disiapkan, bahkan sudah ada perjanjian dengan pihak penjual tanah untuk ganti lapangan tersebut, tapi karena keterlambatan dalam menyediakan lahan yakni pada bulan desember 2015 kita baru dapat surat pernyataan kesiapan menjual tanahnya makaya tidak bisa cair pada tahun 2016 akan tetapi dana itu akan cair pada tahun 2017 mendatang,” ungkap Muhammad Anwar.

Ditambahkanya lagi, pada awalnya pemerintah tidak mempersoalkan dimanapun tempat pasar itu dibangun, akan tetapi pada tahap awal tanah yang mau dibeli sama Pemda sangat jauh melampaui harga yang maksimal sehingga pihak pemerintah kecamatan bersama pemerintah desa dan jajaranya memilih opsi yang membuat lapangan sepak bola tersebut sebagai pasar,  sementara untuk pengganti lapangan tersebut juga berada di daerah yang seterategis.

Pantauan Corong Rakyat, aksi yang dimulai sekitar jam 09.30 tersebut berakhir damai dan mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian Polsek Pringgabaya dibantu oleh Polres Lombok Timur. (cr-met)