Polemik Mall Versus Masjid, HMSL Minta Pemerintah Harus Tegas

H. M. Samsul Lutfi (HMSL) meminta pemerintah harus tegas dalam pengeluarkan kebijakan anatara buka tutup tempat Perbelanjaan dan temapat Ibadah yang kini menjadi polemik di tengah-tengah masyarakat.


LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id -H.M. Syamsul Lutfi yang juga merupakan Anggota DPR RI menegaskan, polemik buka tutup antara tempat berbelanja dan tempat ibadah di tengah-tengah covid-19 ini, wajar saja terjadi karena keputusan dari Pemerintah berubah-berubah semestinya ketika keputusan di buat itu harus mempertimbangkan segala aspek yang terkait dengan upaya-upaya kita bersama dalam memutus mata rantai covid-19.

“Yang menjadi masalah ahir-ahir ini adalah banyak mall-mall yang buka membuat masyarakat berdesak-desakan, secara otomatis itu memantik kecemburun di masyarakat yang ingin beribadah di masjid karena kita tau masyarakat lombok itu adalah masyarakat yang religius,” Ujar Lutfi di kediamannya. 19/05.

Politisi Senayan itu menambahakan, tentunya tradisi-tradisi baik demikian ingin tetap dilakukan masyarakat, oleh karena itu dirinya mengharapkan  pemerintah harus tegas jika memang mall-mall tidak  boleh buka, di stop saja tidak boleh ada kongkalikong antara pengusaha dan penguasa. ketegasan pemerintah harus sama seperti ketegasannya ketika  menghimbau masyarakat untuk tidak berjamah di masjid begitu juga di tempat-tempat yang memicu kerumunan masa skala besar.

Masih kata Lutfi jangan sampai karena alasan ekonomi kemudian mall-mall ini biarkan buka begitu saja sementara masyarakat berdesak-desakan di sana dan ini bisa memicu munculnya klaster-klaster baru yang bisa menyebabkan  percepatan penyelesaian kasus covid-19 ini lamban.

Dirinya menambahkan, solusinya pemerintah harus tegas, kalau memang pemerintah mengeluarkan kebijakan masjid di tutup, maka mall juga harus tutup, toko-toko juga kalau memang sangat mendesak untuk di buka harus disiapkan tenaga pengaman  supaya masyarakat tidak berdesak-desakan.

“Karena itu sebagai konsekunsi logis akibat dibukanya pusat ekonomi maka secara otomatis masyarakat akan berduyun-duyun datang kesana, oleh karena itu tegas saja seperti aturan semuala, kalau memang tidak boleh shalat berjamah di masjid begitu juga sebaliknya, supaya target pemerintah bulan Juni ini bisa selesai masalah covid-19 ini,” Terang Syamsul Lutfi.

Lebih jauh legislator partai Nasdem itu memaparkan, secara nasional penambahan  kasus covid-19 signifikan, itu artinya semuanya membutuhkan ketegasan , Dirinya berharap Lombok Timur sebagai Daerah yang angka  terjangkitnya paling kecil saat ini yang ada di pulau Lombok  harus konsisten tidak usaha meniru Daerah-Daerah lain.

Dirinya menghimbau masyarakat mari taati himbauan para ulam kita, pemerintah pusat yang dulu , kita tidak boleh bergeming dengan alasan ekonomi  supaya ada perputran ekonomi dan lain-lain,  tapi masyarakat yang terjangkit itu lebih banyak . ini merupakan sikap yang anomali tapi kita harus kedepankan konsistensi’

Cucu Pendiri Nahdatul Wathan itu berharap, semoga coabaan pada tahun ini dimana ekonomi lumpuh, kesehatan juga mengalami krisis dan berbagai macam kesusahan-kesusahan yang ada di tengah wabah ini, harus di sikapai dengan cara mari kita kuatkan diri kita masing-masing dan juga tetap taati aturan-aturan yang ada dari pemerintah berupa bagaimna kita selalu menjaga jarak, diam di rumah ,selalu menjaga kebersihan dan keamanan lingkungan kita masing-masing. (Cr-Wenk).