Perpustakaan Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Terara, ditunjuk oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DKP) Lombok Timur untuk mewakili Lombok Timur pada Lomba Perpustakaan Sekolah Tingkat Provinsi NTB 2023.
LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id – Dijelaskan oleh Kepala Perpustakaan SMAN 1 Terara, Hj Baiq Marlia Sopiani, S.Pd. Hal yang menjadi titik tekan dalam menyongsong lomba itu adalah merubah mindset (pola fikir, red) bersama
Dikatakan dia, perpustakaan bukanlah sebatas hanya gudang buku. Melainkan jantung atau pusat utama dalam semua tahapan proses pembelajaran dan penelitian siswa (warga sekolah, red) di setiap satuan pendidikan.
“Saya tekankan, perpustakaan tidak boleh lagi dianggap sebagai gudang buku. Tapi perpustakaan adalah jantung dari setiap proses pembelajaran di sekolah,” tegas dia di hadapan tim penilai lomba perpustakaan tingkat Provinsi NTB. Senin (08/05/2023).
Masih kata dia, sebelum ditunjuk oleh DKP Lombok Timur untuk mewakili Gumi Patuh Karya di Lomba itu. Ditegaskan dia, Perpustakaan SMAN 1 Terara telah melakukan pembenahan.
Baik pembenahan dari sisi administrasi ataupun transformasi (perunahan, red) menjadi perpustakaan digital dan otomatisasi yang modern.
“Di tahun sebelumnya saat lomba perpustakaan, yang dinilai hanya administrasi. Tapi saat ini lebih ke arah transformasi dan peningkatan partisipasi warga sekolah (siswa, red) dalam mengakses perpustakaan. Guna mendukung proses belajar, penyaluran minat dan bakat yang berdampak pada prestasi. Syukurnya kami sudah lakukan itu di awal,” paparnya lugas.
Lebih jauh, dia menegaskan jika perpustakaan sekolah harus dilihat lebih kompleks. Dalam artian, perpustakaan harus dilihat dan dianggap sebagai instrumen utama dalam semua proses dan tahapan pembelajaran di sekolah.
“Perpustakaan adalah sumber perubahan dalam memajukan pendidikan di sekolah. Jadi kami di sini mencoba membuktikan itu, dan syukurnya sudah ada dampak signifikan dalam prestasi siswa,” ungkapnya.
Dikatakan olehnya juga, saat ini Perpustakaan SMAN 1 Terara dengan didukung oleh pustakawan dan perangkat pendukung digital, berupa internet dan komputer yang representatif, membuat dirinya sangat optimis bisa unjuk gigi di level Provinsi NTB.
“Selain perangkat komputer pendukung. Kami juga sudah punya pustakawan, karena tidak semua sekolah di Lombok Timur ini punya pustakawan. Terlebih lagi, kami pribadi sudah ikuti pelatihan kepala perpustakaan. Jadi semoga itu juga menjadi nilai lebih kami,” harapnya.
Belum lagi, kata dia saat ini pihaknya sudah melebarkan jejaring perpustakaan digital. Yakni dengan menggandeng Indonesia one search. Upaya itu ditujukan untuk peningkatan literasi melalui penambahan sumber bacaan (literasi, red) bagi siswa dan warga sekolah pada umumnya.
“Dengan jejaring itu, siswa bisa belajar dan mengakses referensi baru lewat internet. Bahkan e-book gratis tersedia dan bisa diakses kapan saja melalui komputer yang ada,” tuturnya.
Faktor lain yang juga menambah optimismenya untuk terpilih menjadi perpustakaan sekolah terbaik di NTB. Guna mewakili Provinsi NTB di ajang lomba tingkat nasional yang bakal digelar oleh Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI itu, karena Kepala SMAN 1 Terara sangat mendukung penuh pengembangan perpustakaan sekolah.
“Syukurnya kami di sini sangat didukung oleh pihak sekolah dalam pengembangan perpustakaan. Dalam waktu dekat, kami akan punya gedung baru, ruang podcast, ruang multimedia dan penambahan komputer. Itu membuat kami semakin optimis untuk bisa menjadi terbaik,” tekannya.
Terlepas dari apapun hasil dari lomba itu, dia menegaskan jika pihaknya telah berusaha semaksimal mungkin. Pun juga tidak terpilih jadi yang terbaik, ia menyebut tidak akan kecewa. Sebab itu adalah tahapan proses dalam peningkatan kualitas perpustakaan yang dipimpinnya.
“Kalau jadi terbaik kami sangat bersyukur. Pun juga gagal, kami telah berusaha. Pastinya di lomba ini kami dapat ilmu baru dalam peningkatan kualitas perpustakaan sekolah ini,” terangnya.
Untuk diketahui, unsur yang menjadi tim penilai lomba perpustakaan sekolah tingkat Provinsi NTB yang diikuti oleh seluruh kabupaten/kota di NTB itu diisi oleh sosok yang kompeten.
Diantaranya, Ketua Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) NTB, Pustakawan dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi NTB, Akademisi Universitas Mataram (Unram), Pustakawan UPT Perpustakaan Unram dan pihak dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi NTB. (CR-Pin)





