
( Sebuah Kado Sambut Hari Guru Nasional )
Oleh: Saifuddin Zuhri, M.Pd.I
Ketum PERGUNU Lombok Timur
Sebagai badan otonom, Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PERGUNU) memiliki dasar organisasi sebagaimana ditetapkan oleh organisasi induknya, Nahdlatul Ulama, yakni beraqidah Islam menurut faham Ahlusunnah Wal Jama’ah. Hal lain yang mendasar adalah PERGUNU berkomitmen kebangsaan yang kuat dibingkai dalam Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhineka Tunggal Ika yang merupakan karakter dasar bangsa Indonesia.
Seperti halnya organisasi induknya, Nahdlatul Ulama, PERGUNU melibatkan diri dengan unsur kekuatan bangsa lainnya bahu membahu membangun negara demi terwujudnya Indonesia yang adil dan makmur. Artinya, bahwa cita-cita bangsa Indonesia tidak lain merupakan cita-cita PERGUNU. Dengan kata lain bahwa persoalan yang dihadapi oleh bangsa dan negara Indonesia, tidak lain juga merupakan permasalahan yang harus diatasi oleh PERGUNU.
Sebagai organisasi profesi yang mewadahi para ustadz, guru dan dosen Nahdlatul Ulama, sudah barang tentu PERGUNU memiliki posisi strategis dalam memecahkan berbagai persoalan, terutama hal yang berkaitan dengan pembangunan perilaku, karakter dan moral anak bangsa. Secara singkat, PERGUNU dalam khidmah dan kiprahnya diharapkan sebagai syuhud tsaqafi (penggerak intelektual) dan sekaligus sebagai syuhud hadlori (penggerak peradaban).
Saat ini, berdasarkan hasil konprensi Cabang Kabupaten Lombok Timur, menghasilkan kepengurrusan yang definitif, maka pertanda secara resmi PERGUNU Kabupaten Lombok Timur telah syah dan bersama pemerintah Kabupaten Lombok Timur untuk turut serta mengawal dan berupaya meningkatkan kualitas pendidikan melalui peningkatan kualitas guru.
Gumi selaparang sebagai daerah seribu masjid dan tempat lahirnya para ulama besar, maka sangatlah relevan jika keberadaan PERGUNU yang berhaluan aswaja sangat di butuhkan untuk selalu ikut serta dalam mempertahankan nilai nilai ahlussunnah wal jamaah di tengah pola pendidikan keislaman yang diharapkan masyarakat Lombok Timur.
Untuk memulai peningkatan kualitas pendidikan, tentu akarnya harus dimulai dengan peningkatan kualitas guru sebagai garda terdepan dalam menjalankan roda satuan pendidikan, kemana arah yang dituju, tentu di mulai dari goresan tangan para guru.
Guru adalah pembawa obor peradaban bagi generasi bangsa, begitu pula baik buruknya generasi bangsa terletak dari peran Guru yang selalu tak henti-hentinya memberikan pencerahan dalam bentuk transformasi keilmuan dengan cita-cita agar generasi yang di kadernya mampu menjadi manusia yang berguna bagi dirinya, keluarga dan bangsanya.
Selain itu pula, guru sebagai pelita dalam kegelapan, guru ibarat pelita yang menyala dalam kegelapan dengan cahaya keilmuannya mampu mengisi ruang-ruang kosong pemikiran para anak didik bangsa agar kelak menjadi insan yang berguna dan mampu bersaing dengan kerasnya kehidupan yang serba modern.
Mantan Mendiknas pernah berujar “Guruku adalah malaikatku”, bukan melebih-lebihkan eksistensi guru, tetapi memang layak guru dikatakan demikian namun bukan pengertian secara tekstual bahwa guru adalah malaikat, tapi dari sisi lain peran guru tidak bisa dinilai oleh Rupiah.
Menyadarkan generasi muda Indonesia adalah niat Guru yang tidak dapat ditukar dengan materi, keikhlasan tidak dapat digadaikan dengan apapun, sehingga suatu hal yang sangat wajar apabila guru harus mendapatkan gelar-gelar kebaikan, penghargaan-penghargaan maupun lencana-lencana atas pengabdian mereka kepada bangsa yang kita cintai ini.
Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PERGUNU) turut ambil bagian dalam membangun kualitas pendidikan melalui peningkatan kualitas guru kedepan. Sebagai orgnisasi profesi yang berada di bawah naungan organisasi NU, tentu memiliki kewajiban moral untuk terus ikut serta dalam meretas gagasan perbaikan pendidikan.
Dihari guru yang kita peringati saat ini mari kita merefleksi kembali peran guru bagi kemajuan bangsa serta sebagai tanda penghargaan kepada Guru-guru kita, semoga guru tetap jaya dan menjadi garda terdepan dalam membina dan mendidik generasi muda bangsa sebagai fondasi untuk memajukan bangsa Indonesia agar bangsa ini memiliki wibawa dimata dunia. @@@

