Pengembangan Dermaga Labuhan Haji Dinilai Tidak Memiliki Konsep

Lalu-Safrudin-Aldi
Mamieq Apenk

LOMBOK TIMUR, Corong Rakyat – Jaringan Aktifis Peduli Daerah (JAPDA) Kabupaten Lombok Timur, Miq Apenk mengatakan, Pembangunan Dermaga Labuhan Haji merupakan program mubazir. “Menurut kami, Dermaga Labuhan Haji akan sulit mendapatkan pendapat dalam jangka pendek, karenakonsep pemerintah terhadap pengembangan Dermaga Labuhan Haji tersebut untuk masa yang akan datang belum terlihat,” ujar Mq Apeng.

Kendati demikian, lanjut Mq. Apenk, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur rupanya masih saja menganggarkan dermaga tersebut, padahal jika pemerintah ingin memajukan sektor ekonomi, cukup dengan melakukan revitalisasi pasar tradisional atau membangun sentral ekonomi lainya.

“Dengan anggaran ratusan miliar rupiah, sejumlah pasar tradisional bisa dibangun, belum lagi sektor lainya seperti pembangunan irigasi dan pertanian, akan tetapi apa hendak dikata, Dermaga Labuhan Haji sudah dibangun ya di manfaatkan saja, apakah kedepan pelabuhan ini akan dijadikan pelabuhan pelelangan ikan atau dijadikan destinasi pariwisata, karena kalau ingin menjadikan dermaga internasional seperti keinginan Ali BD saya rasa itu hanya mimpi dan kurang realistis “. kata Mq Apenk.

Sementara itu, ditempat terpisah Kepala Unit Pelayanan Pelabuhan (UPP) Dermaga Labuhan Haji, Hasibullah S.IP, mendengar adanya kritikan seperti itu ia lebih menanggapi dengan positif, menurutnya pelabuhan adalah salah satu Aset terbesar dalam meningkatan perekonomian masyarakat.

“Dengan adanya pelabuhan tentu menjadi sebuah harapan besar bagi pemerintah daerah untuk dapat meningkatkan perekonomian masyarakat,” katanya.

Dikatakannya, selaku Kepala UPP yang dipercaya oleh pemerintah ia terus berharap dan mengajak semua elemen masyarakat untuk dapat mengkawal program yang baik ini, karena bagaimanapun juga dukungan masyarakat dalam setiap proses pembangunan sangat penting dan dibutuhkan. (cr-ari)